Ala Ayuning Dewasa 11 Juli 2026: Hari Baik untuk Gotong Royong, Hindari Memulai Usaha Ternak dan Pindah Rumah

KABARBALI.ID – Mengawali akhir pekan pada Sabtu, 11 Juli 2026, masyarakat Bali yang berpedoman pada sistem penanggalan wariga disarankan untuk mencermati tatanan ala ayuning dewasa (hari baik dan buruk). Berdasarkan kalkulasi Kalender Bali, hari ini memiliki kombinasi energi yang sangat spesifik: sangat mendukung untuk aktivitas sosial kemasyarakatan, namun memiliki banyak pantangan untuk urusan personal yang bersifat sakral atau fundamental.

Secara makro, hari ini dinaungi oleh beberapa unsur kala (energi waktu) yang bersifat restriktif atau membatasi. Kendati demikian, munculnya pasang surut urusan duniawi diimbangi oleh kehadiran dewasa yang positif untuk kerja komunal.

Keberkahan Sosial Lewat Semut Sedulur

Bagi krama atau organisasi yang berniat menggelar aktivitas massal, Sabtu ini merupakan momen yang sangat ideal. Kehadiran Semut Sedulur memberikan pengaruh aura ayu (baik) dengan nilai kekuatan (alahing dewasa) berada di angka 4.

Dewasa ini sangat baik digunakan untuk menggelar aksi gotong royong, kerja bakti kebersihan lingkungan, memulai kampanye sosial, serta meresmikan atau membentuk perkumpulan/organisasi baru. Sifat kebersamaan yang dibangun pada hari ini diprediksi akan berjalan solid dan awet. Namun perlu dicatat, Semut Sedulur memberikan pantangan keras (tidak baik) untuk melaksanakan upacara mengubur ataupun membakar jenazah (atiwa-tiwa/ngaben).

Rentetan Pantangan: Uncal Balung dan Kepungan Energi Kala

Di balik potensi sosialnya, krama wajib waspada jika ingin mengeksekusi urusan penting yang bersifat pribadi, keluarga, maupun bisnis. Hari ini bertepatan dengan Uncal Balung, sebuah periode dalam wuku yang dinilai tidak baik untuk memulai segala jenis pekerjaan baru yang dianggap penting atau sakral.

Berikut adalah rentetan pengaruh kala yang patut dipertimbangkan sebelum bertindak:

  1. Kala Bangkung & Kala Nanggung: Memiliki nilai pengaruh 4. Hari ini sangat tidak baik untuk memulai memelihara hewan ternak baru (seperti babi, sapi, atau ayam) karena dikhawatirkan hasilnya tidak optimal.

  2. Kala Dangu: Tidak disarankan untuk memulai suatu pekerjaan baru, pindah tempat tinggal (memasuki rumah baru), maupun melakukan perjalanan jauh/bepergian.

  3. Kala Suwung & Kala Temah: Dua elemen ini secara tegas menyatakan tidak baik untuk mengeksekusi urusan dewasa ayu (hari baik pernikahan/yadnya) serta kurang elok untuk agenda berkunjung atau bertamu.

  4. Kala Sudukan & Kala Ingsor: Membawa tanda-tanda yang mengecewakan dan mengandung unsur perombakan. Sangat dilarang untuk memindahkan orang sakit demi keselamatan medis dan spiritualnya.

  5. Kala Mretyu: Positif untuk urusan pertahanan, seperti membuat senjata tajam/keris, memulai perjuangan membela kebenaran, atau memberikan nasihat bijak kepada orang lain. Namun, sangat tabu digunakan untuk aktivitas bersenggama (hubungan suami istri) serta penyelenggaraan segala jenis upacara yadnya.

Dalam perhitungan penunjang, hari Sabtu ini juga dipengaruhi oleh karakter Pararasan: Laku Bintang (pendiam dan berwibawa), Pancasuda: Satria Wirang (bermental ksatria namun harus kuat menahan ujian), Ekajalaresi: Kinasihan Amerta (murah rezeki/penghidupan), serta Pratiti: Upadana yang melambangkan jiwa pemberani dan penuh cinta kasih. (Kab).

kabar Lainnya