Ala-Ayuning Dewasa 15 Mei 2026: Hari Baik untuk Urusan Pengairan, Hindari Gelar Pernikahan

Ilustrasi kalender Bali dan perhitungan wariga.

KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Bali, menentukan hari baik atau Ala-Ayuning Dewasa merupakan bagian tak terpisahkan dalam memulai sebuah kegiatan, baik ritual maupun pekerjaan sehari-hari.

Berdasarkan penanggalan wariga pada Jumat, 15 Mei 2026, terdapat beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan, terutama bagi Anda yang berencana melakukan pembangunan atau upacara adat.

Secara umum, hari ini memiliki karakter yang sangat spesifik: menguntungkan untuk urusan pengairan, namun sangat tidak disarankan untuk urusan hunian dan upacara besar seperti pernikahan atau pengabenan.

Fokus pada Urusan Irigasi dan Pertanian

Bagi para petani atau masyarakat yang bergerak di bidang infrastruktur air, hari ini membawa pengaruh positif. Kehadiran Banyu Urug dan Lebur Awu menandakan waktu yang sangat tepat untuk membangun bendungan atau sistem irigasi.

Namun, ada peringatan penting bagi Anda yang ingin membuat sumur. Meskipun baik untuk bendungan, Banyu Urug justru dipantang untuk pembuatan sumur karena dipercaya kurang memberikan hasil yang maksimal.

Pantangan Menikah dan Membangun Rumah

Bagi Semeton yang berencana menggelar upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong gigi, atau potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan atau ngaben), hari ini sebaiknya dihindari.

Munculnya Carik Walangati, Salah Wadi, dan Kaleburau memberikan pengaruh “Alahing Dewasa” yang cukup kuat (skala 2-3) untuk tidak melaksanakan karya ayu tersebut.

Begitu juga dengan urusan hunian, unsur Kala Rau memperingatkan agar tidak membangun atau mengatapi rumah karena dipercaya berisiko menimbulkan bahaya kebakaran atau ketidakpuasan di masa depan.

Aktivitas Lain yang Disarankan

Selain urusan pengairan, beberapa hal positif yang bisa dilakukan hari ini antara lain:

Ringkasan Unsur Wariga:

Meskipun terdapat beberapa pantangan, hari ini tetap memiliki sisi positif khususnya dalam urusan spiritual dan pengelolaan alam. Masyarakat dihimbau untuk tetap bijaksana dalam berbicara agar tidak menimbulkan kekeliruan, sesuai dengan peringatan Kala Rau. (Kab).

kabar Lainnya