Ala-Ayuning Dewasa 21 Juni 2026: Masuk Periode Uncal Balung, Hindari Gelar Karya Penting dan Pernikahan

foto : Pujawali Ida Batara Lingsir Rambut Petung di Manggis

KABARBALI.ID – Penentuan hari baik dan buruk (ala-ayuning dewasa) sebelum memulai suatu usaha, bercocok tanam, maupun menggelar upacara adat (yadnya) tetap menjadi panduan spiritual utama bagi krama Bali.

Untuk hari Minggu, 21 Juni 2026 (Redite Wage Dunggulan), garis penanggalan wariga menunjukkan adanya beberapa pantangan besar yang wajib dicermati.

Pada hari tersebut, kalender Bali mencatat masuknya periode Uncal Balung. Secara filosofis dan praktis, hari ini dinilai kurang baik atau tidak direkomendasikan untuk melaksanakan segala jenis pekerjaan adat maupun keduniawian yang dianggap penting atau sakral.

Selain itu, terdapat pengaruh Carik Walangati yang memiliki nilai proteksi tinggi (Alahing dewasa 3). Keberadaan unsur ini mempertegas larangan untuk melaksanakan upacara suci yang mengikat fisik dan batin masyarakat.

“Berdasarkan juknis pedewasan lokal, hari Minggu ini sangat tidak baik untuk melanggar aturan-aturan pokok seperti menggelar upacara pernikahan (wiwaha), melaksanakan ritual kematian atau pengabuan (atiwa-tiwa/ngaben), serta memulai proses pembangunan rumah tinggal,” tulis ulasan rubrik wariga, Sabtu (20/6/2026).

Daftar Pantangan dan Larangan Aktivitas Besok Minggu

Bagi Semeton yang memiliki rencana agenda kerja atau urusan domestik, berikut adalah beberapa poin larangan berdasarkan kombinasi elemen kala pada 21 Juni 2026:

  • Kala Sudukan (Alahing dewasa 3): Memiliki karakteristik energi perombakan yang tajam. Hari ini sangat tidak baik untuk memindahkan orang sakit dari satu faskes ke faskes lain atau dari kamar ke kamar, karena dipercaya bisa memperburuk kondisi fisik pasien.

  • Kala Empas Turun (Alahing dewasa 4): Menunjukkan energi bumi yang sedang tidak stabil. Krama dilarang keras untuk memulai pembangunan fisik bangunan serta dilarang memetik buah-buahan yang masih menggantung di pohon.

  • Carik Walangati: Larangan mutlak bagi pelaksanaan upacara besar keluarga, terutama pernikahan (wiwaha) dan atiwa-tiwa.

Sisi Dewasa Ayu: Sangat Baik untuk Petani dan Pembuat Senjata

Meski dilingkupi banyak pantangan besar untuk urusan ritual dan konstruksi, hari Minggu besok justru menyediakan energi yang sangat produktif bagi sektor pertanian, perkebunan, serta kerajinan alat tangkap.

Berikut adalah aktivitas yang sangat dianjurkan (dewasa ayu) untuk dikerjakan:

  • Bercocok Tanam (Kajeng Rendetan & Kala Luang): Menjadi hari yang sangat subur dan baik untuk menanam segala jenis tumbuhan yang menghasilkan buah, serta menanam tanaman jenis umbi-umbian atau ketela.

  • Membuat Gorong-Gorong: Unsur Kala Luang memberikan energi yang baik bagi pekerja yang hendak membuat saluran air bawah tanah atau terowongan.

  • Produksi Alat Tangkap & Senjata (Kala Jangkut): Hari yang diberkahi kelancaran untuk membuat jaring penangkap ikan (pencar), jaring pelindung, serta menempa atau membersihkan senjata adat.

Secara makro, kepribadian hari esok dinaungi oleh Pararasan: Laku Angin yang bergerak dinamis, Pancasuda: Satria Wibawa yang menjanjikan kemuliaan, serta Ekajalaresi: Suka Rahayu dan Pratiti: Saskara yang membawa berkah kebahagiaan lahir batin bagi mereka yang tetap patuh mengikuti tuntunan alam. (Kab).

kabar Lainnya