Tekan Angka Stunting Jadi 3,8 Persen, Ketua TP Posyandu Gianyar Pantau Pemberian PKMK di Ubud dan Bedulu

Ketua TP Posyandu Kabupaten Gianyar Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra saat menyerahkan bantuan paket PKMK kepada orang tua balita stunting di Kantor Lurah Ubud, Gianyar, Kamis (13/8/2026).

GIANYAR, KABARBALI.ID – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, melakukan pemantauan langsung penyaluran Susu Pangan Olahan untuk Keperluan Medis Khusus (PKMK) bagi balita stunting di Kelurahan Ubud dan Desa Bedulu, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan pembinaan pelaksanaan Posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Dalam aksi intervensi gizi tersebut, sebanyak 13 paket PKMK disalurkan kepada balita di Kelurahan Ubud, sedangkan 15 paket PKMK diserahkan untuk balita di Desa Bedulu. Penyaluran ini merupakan tahap ketiga dari total enam tahap intervensi gizi yang direncanakan Pemkab Gianyar guna mempercepat penurunan angka stunting.

Ny. Surya Adnyani menegaskan bahwa program bantuan PKMK bersumber dari dana fiskal pemerintah pusat dan merupakan bentuk keseriusan Pemkab Gianyar dalam menangani masalah gizi anak.

“Pemberian PKMK ini bukan sekadar bantuan, tetapi harusikuti pemantauan perkembangan anak. Orang tua juga perlu memperhatikan makanan, asupan protein, serta tumbuh kembang anak,” ujar Ny. Surya Adnyani di Kantor Lurah Ubud.

Ia menambahkan, penanganan stunting sangat krusial dilakukan pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Oleh karena itu, pengawasan berkala oleh tenaga kesehatan dan kader posyandu mutlak diperlukan.

“Kita ingin setelah tahap ketiga ini ada perkembangan yang terlihat. Karena itu, anak-anak harus terus dipantau melalui bidan di Pustu atau Puskesmas serta kader Posyandu,” tegasnya.

Intervensi berkelanjutan yang dilakukan Pemkab Gianyar terbukti membuahkan hasil positif. Prevalensi stunting di Kabupaten Gianyar tercatat mengalami penurunan signifikan dari 4,3 persen menjadi 3,8 persen.

Selain penanganan gizi, kegiatan ini juga memfokuskan penguatan transformasi Posyandu melalui 6 SPM. Lewat skema anyar ini, Posyandu tak lagi hanya berfokus pada kesehatan ibu dan anak, tetapi mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman/ketertiban umum dan perlindungan masyarakat, serta sosial.

Melalui penguatan 6 SPM, Posyandu diharapkan menjadi wadah pelayanan terpadu di tingkat akar rumput yang mampu menghubungkan kebutuhan dasar masyarakat secara langsung. (Tut-Kab).

kabar Lainnya