Angkat Identitas Agraris di Upacara Proklamasi 17 Agustus 2026, Pemkab Tabanan Wajibkan Tamu Undangan Kenakan Busana Adat Petani

Peringatan HUT Ke-81 RI di Tabanan tampil unik. Tamu undangan upacara 17 Agustus diwajibkan kenakan busana petani sebagai simbol identitas agraris daerah.

TABANAN, KABARBALI.ID – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan tahun 2026 akan tampil beda dan sarat makna. Pada puncak Upacara Detik-Detik Proklamasi 17 Agustus mendatang, seluruh tamu undangan diwajibkan mengenakan pakaian tradisional petani sebagai bentuk penghormatan terhadap sektor agraris yang menjadi roh dan identitas Kabupaten Tabanan.

Puncak peringatan akan dipusatkan di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, pada Senin, 17 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA. Upacara ini akan melibatkan gabungan unsur masyarakat, mulai dari ASN, PGRI, pelajar, TNI/Polri, PKK, hingga elemen adat seperti Pecalang dan Tridatu.

Ketua Umum Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Nasional (PPHBN) Tabanan 2026, Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya, menjelaskan bahwa konsep peringatan tahun ini dirancang lebih membumi atas arahan Bupati Tabanan.

“Peringatan HUT RI di Tabanan bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum memperkuat kebersamaan. Penggunaan busana petani menjadi simbol filosofis bahwa Tabanan tetap kokoh berakar pada sektor pertanian sebagai lumbung pangannya Bali,” ungkap Satria Tenaya, Selasa (28/7/2026).

Parade Merah Putih hingga Drama Kolosal Puputan Margarana

Rangkaian peringatan sejatinya telah bergulir sejak akhir Juli melalui aksi kebersihan lingkungan, penataan lampu hias kota, serta gerakan pembagian ribuan bendera Merah Putih serentak pada 30 Juli 2026.

Adapun pembukaan resmi perayaan dijadwalkan pada 3 Agustus 2026 di Taman Perjuangan Singasana, yang ditandai dengan penancapan bendera oleh jajaran Forkopimda, pelepasan kembang api, serta Parade Singasana Merah Putih menuju Taman Bung Karno. Parade ini bakal dimeriahkan atraksi Paskibraka, pembentangan bendera sepanjang 100 meter oleh Pramuka, parade busana profesi anak TK, hingga pertunjukan seni Barong Bangkung, Barongsai, Reog Ponorogo, dan Gandrung.

Beragam lomba kerakyatan seperti lomba karaoke UMKM (4 Agustus), Lomba Kreasi Baris-Berbaris (6 Agustus), hingga tarik tambang dan balap karung (7 Agustus) juga siap menyemarakkan suasana kota.

Sesuai tradisi, malam menjelang puncak peringatan akan diisi dengan Apel Kehormatan dan Renungan Suci di TMP Pancaka Tirta pada 16 Agustus tengah malam. Seluruh perayaan akan ditutup resmi pada 17 Agustus sore melalui Upacara Aubade yang dirangkaikan dengan pementasan drama tari kolosal megah “Puputan Margarana”. (Kri-Kab).

kabar Lainnya