KABARBALI.ID – Bagi krama Hindu di Bali, menghitung dan menyelaraskan aktivitas sehari-hari maupun upacara keagamaan berdasarkan Ala Ayuning Dewasa (hari baik dan buruk) adalah tradisi penting demi menjaga kelancaran serta keharmonisan hasil yang dicapai.
Tepat pada Senin, Soma Umanis Pujut, 13 Juli 2026, perhitungan kalender tradisional Bali menunjukkan perpaduan energi yang menuntut kita untuk lebih selektif dalam memilih jenis pekerjaan.
Hari ini memiliki energi yang sangat baik untuk sektor peternakan tradisional serta pengembangan relasi sosial. Namun, di sisi lain, terdapat rentetan indikator makro kosmik seperti Uncal Balung hingga Rangda Tiga yang membuat hari ini sangat tidak direkomendasikan untuk pelaksanaan upacara besar (yadnya) maupun pembangunan fisik.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai Ala Ayuning Dewasa untuk Senin, 13 Juli 2026:
Bagi semeton yang bergerak di sektor hilir pertanian atau peternakan, Senin ini merupakan momentum yang sangat ideal. Keberadaan Kala Upa memberikan energi perlindungan dan pertumbuhan yang baik untuk mulai mengambil, membeli, atau memelihara hewan ternak (wewalungan), seperti sapi, babi, maupun ayam.
Selain itu, hari ini juga dinaungi oleh Sri Bagia, sebuah indikator kosmik yang sangat baik untuk membuka komunikasi, memperluas jaringan, serta mulai membina hubungan persahabatan baru dalam masyarakat. Ditambah lagi dengan pengaruh Ekajalaresi: Buat Suka, aktivitas yang berfokus pada kebersamaan diprediksi akan mendatangkan rasa senang dan kebahagiaan.
Untuk aktivitas domestik atau pemanfaatan hasil alam, keberadaan Kala Buingrau memberikan nilai positif jika digunakan untuk menebang kayu untuk keperluan perkakas atau membuat bubu (alat perangkap ikan tradisional), serta waktu yang tepat untuk menghaturkan puja kehadapan roh leluhur (memuja pitra).
Meskipun baik untuk urusan ternak dan sosial, krama Bali diimbau untuk menunda pelaksanaan pekerjaan atau upacara besar karena hari ini dikelilingi oleh sejumlah pantangan dengan nilai Alahing Dewasa (bobot pengaruh buruk) yang cukup kuat:
Uncal Balung (Alahing Dewasa 3): Ini adalah indikator utama yang melarang krama untuk melakukan semua jenis pekerjaan atau proyek yang dianggap penting, sakral, maupun bersifat jangka panjang.
Rangda Tiga (Alahing Dewasa 3): Hari ini sangat tidak baik dan dilarang keras untuk menggelar upacara pawiwahan (pernikahan), karena dipercaya memiliki potensi membawa disharmonisasi di masa depan.
Gagak Anungsang Pati (Alahing Dewasa 2): Menandakan hari yang tidak baik untuk melaksanakan ritual pembakaran mayat maupun rangkaian upacara kematian (atiwa-tiwa/ngaben).
Panca Prawani & Purwani (Alahing Dewasa 2): Adanya kombinasi dua elemen ini menegaskan bahwa hari ini secara umum tidak dapat digunakan sebagai dewasa ayu (hari baik) untuk memulai lembaran-lembaran upacara suci.
Kala Buingrau (Terkait Konstruksi): Walau baik untuk tebang kayu, elemen ini melarang krama untuk memulai pembangunan fisik pondasi rumah atau melakukan pengatapan rumah tinggal.
Secara makro psikologis, hari ini berjalan di bawah pengaruh Pararasan: Laku Angin (dinamis, tidak suka diam), Pancasuda: Tunggak Semi (karakter kokoh namun berisiko memicu pertikaian), serta Pratiti: Sadayatana yang membawa energi pintar berbicara namun rentan memicu perdebatan. Perpaduan ini mengisyaratkan agar dalam beraktivitas besok, krama tetap mengedepankan kesabaran serta menghindari konfrontasi verbal. (Kab).