GIANYAR, KABARBALI.ID – Di tengah ketatnya kompetisi bisnis akomodasi dan destinasi pariwisata di kawasan Ubud, sebuah cerita inspiratif datang dari pelaku usaha lokal. Berawal dari pemanfaatan pekarangan di halaman belakang rumah tinggal, sebuah usaha rintisan mampu berkembang pesat hingga menjadi salah satu spot bersantai paling diburu oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Tempat tersebut adalah Sayan Point, yang berlokasi di Banjar Kutuh, Desa Sayan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Destinasi ini kini dikenal luas berkat keindahan lanskap alamnya yang menyajikan pemandangan matahari terbenam memikat dari sisi barat Ubud tepat di atas lembah Sungai Ayung.
Pemilik Sayan Point, Wayan Sukarma, mengisahkan bahwa tempat usaha ini sejatinya mulai dibangun pada tahun 2019. Namun, baru saja persiapan infrastruktur rampung dan mulai beroperasi, hantaman pandemi Covid-19 melanda dunia di awal tahun 2020.
“Ketika mulai buka justru bersamaan dengan pandemi. Kami harus berjuang keras selama dua sampai tiga tahun agar usaha ini bisa tetap bertahan hidup dan berjalan,” ujar Wayan Sukarma Jumat lalu.
Perjalanan Sayan Point untuk mencapai titik sukses seperti sekarang diakui tidaklah mudah. Ketika sektor pariwisata Bali lumpuh total, Sukarma memilih tidak menyerah. Ia tetap merawat dan mengelola usahanya secara swadaya hingga akhirnya gerbang pariwisata internasional kembali pulih normal pada tahun 2023.
Sebelum disulap menjadi destinasi wisata hits, area tebing tersebut merupakan tanah kosong di belakang rumah tinggal keluarganya. Sukarma yang jeli melihat potensi alam tersembunyi (hidden gem) tersebut, kemudian berinisiatif membangun tempat bersantai yang awalnya dinamai “Sunset Point”.
Kunci keberhasilan tata kelola pelayanan di Sayan Point ternyata tidak lepas dari latar belakang sang pemilik. Sebelum memutuskan menjadi pengusaha mandiri, Wayan Sukarma bersama istrinya merupakan mantan karyawan profesional di Hotel Four Seasons Ubud selama kurang lebih 20 tahun.
Berbekal pengalaman panjang di industri perhotelan (hospitality) bintang lima itulah, pasangan suami istri ini menerapkan standar pelayanan prima yang membuat para turis merasa nyaman dan betah.
Kini, setelah bangkit pascapandemi, Sayan Point telah bertransformasi penuh dengan dilengkapi fasilitas penunjang premium seperti kolam renang (swimming pool), restoran, serta beragam variasi menu makanan dan minuman bercita rasa internasional. (Tut-Kab).