BULELENG, KABARBALI.ID – Nasib naas menimpa seorang anak berusia tujuh tahun berinisial GEWP asal Desa Bubunan, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Buleleng dengan diagnosis suspek rabies pada Jumat (7/8/2026) sore.
Insiden tragis ini bermula dari riwayat gigitan anjing peliharaan keluarga di bagian betis kaki kiri korban pada awal Juni 2026. Namun, saat kejadian tersebut, luka hanya dibersihkan secara mandiri di rumah tanpa dilaporkan ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan Vaksin Anti Rabies (VAR).
Gejala klinis baru muncul pada Kamis (6/8/2026), ditandai dengan demam, nyeri pada kaki kiri, serta penurunan nafsu makan. Kondisi korban memburuk cepat hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Tangguwisia sebelum dirujuk ke RSUD Kabupaten Buleleng pada Jumat sore.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buleleng, dr. Sucipto, mengonfirmasi bahwa korban menunjukkan tanda-tanda spesifik rabies saat tiba di instalasi gawat darurat (IGD).
“Saat diperiksa, kondisi klinis korban sangat identik dengan rabies. Korban menunjukkan gejala hydrophobia (takut air), aerophobia (takut angin/pendingin udara), gelisah, serta terus mengeluarkan air liur. Korban dinyatakan meninggal dunia pukul 17.31 WITA,” terang dr. Sucipto.
Fakta mengejutkan terungkap setelah Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (PKPP) Kabupaten Buleleng melakukan penelusuran. Anjing yang menggigit GEWP ternyata telah menggigit enam warga desa lainnya sebelum akhirnya dibunuh oleh keluarga.
Keenam warga tersebut—masing-masing Kadek S (65), Ketut S (60), Kadek S (42), Komang SM (41), Gede ED (41), dan Made Y (35)—segera melaporkan kejadian ke perangkat desa dan langsung menerima suntikan VAR di Puskesmas Seririt sehingga selamat dari paparan fatal.
Selain enam warga tersebut, adik korban juga diketahui pernah digigit oleh anjing yang sama. Beruntung, sang adik langsung diberikan penanganan VAR pada Jumat (7/8/2026) dan saat ini dilaporkan dalam kondisi sehat.
Atas kejadian ini, Dinas Kesehatan Buleleng bersama instansi terkait intensif melakukan edukasi pencegahan serta penanganan lanjutan di wilayah Seririt guna mencegah jatuhnya korban jiwa tambahan. (Kri-Kab).