DENPASAR, KABARBALI.ID – Ketua Tim Pembina (TP) Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menekankan krusialnya penyamaan persepsi serta penguatan kapasitas para kader Posyandu dengan menyandarkan diri pada nilai-nilai kearifan lokal. Langkah ini dinilai menjadi kunci utama dalam mengoptimalkan mutu pelayanan dasar siber bagi krama di seluruh pelosok Pulau Dewata.
Pesan strategis tersebut disampaikan langsung oleh Ny. Putri Koster saat membuka secara resmi agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Bina Posyandu Angkatan Kelima yang dipusatkan di UPTD Balai Pelatihan Kesehatan dan Masyarakat (Bapelkes) Provinsi Bali, Denpasar, Senin (18/5/2026).
“Mekanisme pembinaan ini wajib dilakukan secara estafet dan berjenjang. Mulai dari level provinsi turun ke kabupaten/kota, lalu diteruskan ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya menyentuh level desa dan para kader posyandu. Untuk tahun anggaran 2026 ini, kami menargetkan intensitas pembinaan bisa digenjot hingga dua kali setahun agar pemahaman seluruh kader semakin kokoh dan selaras,” tegas Ny. Putri Koster.
Lebih lanjut, sosok pendamping orang nomor satu di Bali ini menjabarkan bahwa pada fase awal orientasi, materi pembinaan sengaja difokuskan untuk menyamakan frekuensi pemahaman para kader terkait implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Materi ini mencakup tata kelola kelembagaan, reposisi fungsi posyandu, hingga optimalisasi mekanisme pelayanan langsung kepada krama desa.
Guna memperkuat daya ikat sosialnya, Posyandu di Bali juga diinstruksikan untuk terus membangun sinergi yang intim dengan para tokoh adat dan kader desa setempat, disesuaikan dengan dresta, karakter, serta dinamika kepercayaan masyarakat di masing-masing wilayah (karakter desa kala patra).
“Pembinaan ini tidak boleh bersifat instan. Ini harus berjalan secara berkelanjutan dan nilai-nilainya dapat diwariskan secara turun-temurun antargenerasi, sesuai dengan karakter khas desa masing-masing,” imbuhnya.
Dalam konteks nasional, Ny. Putri Koster menegaskan bahwa TP Posyandu Provinsi Bali diakui sebagai salah satu pengurus daerah yang bergerak paling agresif dan cepat dalam program penguatan posyandu terintegrasi.
Ia juga menyoroti terobosan integrasi program kerja antara Posyandu dengan Tim Penggerak PKK melalui gerakan inovatif bernama Kulkul PKK. Program ini disinergikan secara linier dengan Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.
Melalui konsep integrasi ini, peran Posyandu di Bali sukses diperluas. Posyandu tidak hanya kaku mengurusi masalah kesehatan balita dan lansia semata, melainkan juga mengambil peran sentral dalam mendukung gerakan sosial, pelestarian lingkungan, dan kebersihan lingkungan desa.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Bimtek, Komang Sriani, dalam laporan tertulisnya menyampaikan bahwa perhelatan Bimtek kali ini membidik target peningkatan kompetensi, kecakapan teknis, dan ketajaman manajerial para kader dalam mengeksekusi layanan dasar pada enam kluster bidang SPM.
Kegiatan diklat teknis angkatan kelima ini diikuti oleh 100 orang kader posyandu pilihan yang didelegasikan dari empat wilayah kelurahan di Kabupaten Bangli.
Guna memberikan dukungan moral bagi para peserta, pembukaan Bimtek turut dihadiri langsung oleh Ketua TP Posyandu Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, didampingi Wakil Ketua TP Posyandu Bangli, Ny. Suciati Diar beserta jajaran pengurus PKK Kabupaten Bangli. (Mul-Kab).