BADUNG, KABARBALI.ID — Pemerintah Kabupaten Badung terus berkomitmen menjaga keseimbangan antara akselerasi pembangunan pariwisata global dan pelestarian akar adat budaya lokal. Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui peresmian tata bangunan fisik Bale Banjar Pipitan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Jumat (29/5/2026).
Rampungnya fasilitas publik terintegrasi ini diresmikan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, melalui prosesi penandatanganan prasasti resmi. Kehadiran pucuk pimpinan daerah ini sekaligus dalam rangka Ngupasaksi (menyaksikan langsung) rangkaian pergelaran keagamaan Karya Melaspas, Ngelinggihan Pedudusan Alit saha Caru Wraspati Kalpa di Balai Banjar Pipitan.
Gedung baru yang berdiri kokoh dengan arsitektur tradisional Bali tersebut menjadi jawaban konkret atas kebutuhan krusial krama (warga) adat setempat terhadap penyediaan fasilitas sosial yang representatif di tengah masifnya dinamika pariwisata internasional di Canggu.
Dalam pidato kedinasannya, Bupati Adi Arnawa secara jujur mengakui bahwa lonjakan pertumbuhan pariwisata di kawasan Canggu bagaikan dua sisi mata uang. Di satu sisi memberikan stimulasi positif pada pertumbuhan ekonomi makro daerah, namun di sisi lain memicu persoalan pelik berupa kemacetan lalu lintas yang kronis.
Merespons keluhan publik, Adi Arnawa menegaskan bahwa Pemkab Badung saat ini tengah mematangkan skema solusi infrastruktur jangka panjang. Pihaknya berencana melakukan penetrasi penataan berupa pembukaan akses jalur baru serta penataan interkoneksi jalan secara terintegrasi.
“Perkembangan pariwisata di Canggu harus kita kelola secara serius, taktis, dan bijaksana. Jangan sampai kemajuan ekonomi justru mengorbankan kenyamanan masyarakat lokal. Saat ini, rencana pembangunan jalan lingkar (shortcut) yang menghubungkan kawasan Canggu hingga Batu Bolong mulai kami matangkan guna mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik jenuh,” tegas Bupati Adi Arnawa.
Selain urusan fisik infrastruktur, Bupati juga menyelipkan pesan sosiologis mengenai pentingnya merawat soliditas internal, semangat gotong royong, dan kekompakan krama adat agar eksistensi komunal tidak tergerus oleh arus modernisasi barat.
Di pihak lain, respons positif dan apresiasi setinggi-tingginya datang dari pihak pengempon. Kelian Adat Banjar Pipitan, I Wayan Susila, menegaskan bahwa kucuran dana hibah dari Pemkab Badung ini bernilai sangat vital bagi keberlangsungan hajat hidup warga di tingkat banjar.
“Titiyang (saya) mewakili krama Banjar Pipitan, ngaturan suksma (mengucapkan terima kasih) yang sebesar-besarnya atas bantuan dana hibah yang direalisasikan Bapak Bupati Badung. Sekarang masyarakat kami sudah memiliki bale banjar yang jauh lebih layak, kokoh, dan representatif sebagai pusat aktivitas sosial, rapat (paruman), dan pelestarian budaya,” ungkap I Wayan Susila.
Agenda peresmian gedung adat yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri oleh jajaran legislatif, di antaranya anggota DPRD Badung I Made Suryananda Pramana dan I Gede Aryantha. Hadir pula Camat Kuta Utara I Putu Eka Parmana, jajaran Polsek Kuta Utara, Perbekel Canggu I Wayan Suarya, serta Bendesa Adat Canggu I Made Siana. (Gus-Kab).