KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Merespons insiden memilukan meledaknya puluhan balon gas yang melukai 11 orang pada puncak acara Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, Bupati Klungkung I Made Satria mengeluarkan instruksi dan kebijakan preventif yang sangat tegas.
Bupati Made Satria mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk memahami bahaya laten penggunaan balon gas. Lebih lanjut, beliau menginstruksikan agar ke depan tidak ada lagi acara resmi maupun event hiburan di Kabupaten Klungkung yang menggunakan balon gas untuk prosesi seremonial.
Sementara itu, pascainsiden yang terjadi di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe tersebut, dua dari 11 korban luka bakar saat ini masih menjalani perawatan intensif dan tindakan operasi di RSUD Klungkung.
Humas RSUD Klungkung, I Gusti Putu Widiyasa, mengonfirmasi dua korban yang menjalani operasi adalah Gede Surya Adinata (21) asal Banjar Akah, Desa Lebu, Sidemen, Karangasem, serta I Ketut Upadana (43) asal Besan, Klungkung.
“Keduanya masih rawat inap untuk pemulihan setelah menjalani operasi luka bakar kurang lebih 10 persen. Sebagian besar luka berada pada bagian wajah,” ungkap Widiyasa, Rabu (22/7/2026).
Sebelumnya, sebanyak 11 orang warga—termasuk anak-anak—dilarikan ke UGD RSUD Klungkung pada Minggu (19/7/2026) siang pascaledakan terjadi.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, membeberkan bahwa tragedi ini bermula saat puluhan balon gas pembawa banner Harkopnas gagal membumbung ke udara akibat guyuran hujan dan beban yang terlalu berat. Balon-balon tersebut kemudian mendarat di sudut selatan alun-alun dan langsung dikerumuni anak-anak.
Melihat antusiasme anak-anak, seorang warga berinisiatif memotong tali pengikat untuk membagikan balon tersebut. Namun, fatalnya, warga itu menyalakan korek api untuk membakar tali pengikat.
“Alih-alih memotongnya dengan alat pemotong, warga justru menyalakan korek api. Percikan dan hawa panas korek langsung menyulut dinding karet balon yang berisi gas sensitif hingga menciptakan bola api sesaat,” jelas Iptu Alit Purnawibawa.
Seketika bola api menyambar warga dan anak-anak di sekitarnya. Atas kejadian ini, Pemkab Klungkung memastikan akan memperketat standar keselamatan pada setiap kegiatan publik di wilayahnya. (Sta-Kab).