DENPASAR, KABARBALI.ID – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, Wayan Koster, menyampaikan laporan komprehensif terkait kesuksesan pelaksanaan rangkaian Bulan Bung Karno Tahun 2026. Laporan tersebut disampaikan langsung di hadapan Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, dalam sebuah acara resmi di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Kota Denpasar, Minggu (28/6/2026).
Agenda pelaporan ini turut disaksikan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Ekonomi Kreatif dan Ekonomi Digital Prananda Prabowo, Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, serta ribuan kader struktural partai se-Bali.
Dalam pemaparannya, Wayan Koster menegaskan bahwa seluruh rangkaian Perayaan Bulan Bung Karno Tahun 2026 di Bali sebenarnya telah bergulir maraton sejak Maret hingga Juni 2026. Mengusung tema “Setialah Kepada Sumbermu”, perayaan ini tidak sekadar menjadi seremoni atau perlombaan musiman, melainkan ruang pendidikan ideologi dan pemberdayaan berbasis kerakyatan.
“Seluruh kegiatan Bulan Bung Karno menjadi bukti bahwa kekuatan PDI Perjuangan akan selalu bersumber dari rakyat dan kembali untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat,” ujar Gubernur Bali dua periode asal Desa Sembiran, Buleleng tersebut.
Rincian 16 Kegiatan Representasi Ideologi Trisakti Bung Karno
PDI Perjuangan Bali mengemas perayaan ini ke dalam 16 klaster kegiatan utama yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat, mulai dari olahraga, seni budaya, pelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi kreatif:
1. Liga Kampung Soekarno Cup III: Turnamen sepak bola usia di bawah 17 tahun (U-17) lintas kabupaten/kota yang disaksikan oleh sekitar 20.000 penonton di Stadion Ngurah Rai dan Stadion Kompyang Sujana.
2. Utsawa Widyatarka Susastra Bali: Sarana pelestarian bahasa, aksara, dan sastra Bali yang diikuti oleh 63 regu dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga Perguruan Tinggi.
3. Lomba Cerdas Cermat Haluan Pembangunan: Edukasi mengenai masa depan daerah berbasis cetak biru “100 Tahun Bali Era Baru” yang diikuti 18 regu SMA/SMK dan 18 regu Perguruan Tinggi.
4. Lomba Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali: Ajang kebugaran khusus lansia (usia 50 tahun ke atas) yang diikuti oleh 57 tim dengan total 520 personel.
5. Lomba Mixology Arak Bali: Ruang kreativitas bagi siswa LPK dan mahasiswa untuk memajukan arak lokal sebagai produk unggulan ekonomi kreatif.
6. Lomba Barista Kopi Bali: Promosi komoditas kopi khas tiga wilayah indikasi geografis Bali, yakni Kintamani (Bangli), Pupuan (Tabanan), dan Banyuatis (Buleleng).
7. Gerakan Merawat Pertiwi: Aksi politik hijau serentak yang melibatkan 10.000 peserta untuk melakukan penghijauan dan konservasi lingkungan di seluruh Bali.
8. Sosialisasi Sertifikasi Kekayaan Intelektual: Perlindungan hukum karya cipta yang diikuti oleh 500 pelaku UMKM, seniman, dan akademisi di Gedung Ksirarnawa.
9. Upacara Hari Lahir Pancasila: Pelaksanaan upacara khidmat serentak pada 1 Juni 2026 di seluruh kantor DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Bali.
10. Perayaan 125 Tahun Kelahiran Bung Karno: Refleksi nation and character building bertajuk Satyam Eva Jayate pada 6 Juni 2026 di Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar yang dihadiri 1.300 kader dan warga.
11. Lomba Bapang Barong Ketet & Mekendang Tunggal: Upaya pembinaan seni tradisional anak muda di Gedung DNA dengan keterlibatan 1.000 penonton pendukung.
12. Lomba Fashion Show Bulan Bung Karno: Peragaan busana bertema kain tenun dengan empat kategori pakaian (formal, adat, serta kasual dengan/tanpa logo partai) di Art Center Denpasar.
13. Lomba Desain Kreatif Motif Endek Bali: Kompetisi yang menghimpun 81 karya desain kain Endek bermotif bebas dan bermotif banteng guna menggerakkan geliat perajin lokal.
14. Lomba Baca Puisi Perjuangan: Kegiatan penumbuhan rasa nasionalisme yang diikuti oleh 54 peserta dari kalangan pelajar dan umum se-Bali.
15. Lomba Karya Tulis Haluan Pembangunan Bali: Penjaringan gagasan strategis masa depan Bali masa bakti 2025–2125 yang diikuti secara antusias oleh 453 tim atau setara 1.812 orang peserta.
16. Lomba Konten Kreatif “Bali Bersih Sampah”: Kampanye digital peduli lingkungan melalui platform media kreatif yang diikuti oleh 82 tim anak muda.
Lebih lanjut, Wayan Koster menarik benang merah bahwa ke-16 kegiatan tersebut merupakan implementasi konkret dari ajaran Trisakti Bung Karno. Aspek Berdaulat dalam Politik dituangkan melalui penguatan ideologi; Berdikari dalam Ekonomi lewat promosi produk lokal (endek, kopi, dan arak); serta Berkepribadian dalam Kebudayaan melalui pelestarian dresta adat, bahasa, dan seni Bali.
Melalui keberhasilan tersebut, Koster menegaskan bahwa PDI Perjuangan membuktikan diri bukan sekadar partai politik elektoral yang bergerak saat pemilu saja, melainkan partai ideologi dan rumah perjuangan bagi kaum marhaen.
“Atas nama DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ibu Megawati Soekarnoputri atas arahannya, serta kepada Bapak Prananda Prabowo yang terus mendorong lahirnya kegiatan kreatif yang menyentuh kehidupan rakyat Bali secara langsung,” ucap Koster.
Menutup laporannya, ia mengajak seluruh kader untuk tidak menghentikan esensi Bulan Bung Karno sebagai agenda seremonial tahunan semata, melainkan mengonversinya menjadi gerakan permanen guna membumikan Pancasila, membela wong cilik, dan merawat bumi pertiwi. (Rls-Kab).