BADUNG, KABARBALI.ID – Guna mendongkrak daya tarik visual dan estetika penyajian kuliner di kawasan pesisir pariwisata, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung menggelar Pelatihan Garnish dan Fruit Carving (seni mengukir buah). Kegiatan yang menyasar 50 peserta dari kalangan ibu rumah tangga ini dibuka resmi di Wantilan Palghuna Pura Kedonganan, Desa Adat Kedonganan, Kuta, Sabtu (18/7/2026).
Acara strategis ini dibuka langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Badung, Nyonya Yunita Alit Sucipta. Hadir mendampingi di antaranya perwakilan Kecamatan Kuta Ni Luh Yuliadewi, Sekretaris GOW Made Yayun Narentri, pakar kuliner selaku narasumber Eny Kojiro, Bendesa Adat Kedonganan I Wayan Sutarja, Lurah Kedonganan Putu Ary Wimbardi, perwakilan WHDI, serta jajaran anggota TP PKK Kedonganan.
Dalam sambutannya, Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta mengapresiasi tinggi antusiasme para peserta. Dirinya menegaskan bahwa wilayah Kedonganan merupakan episentrum wisata kuliner berbasis seafood yang sudah mendunia, sehingga peningkatan kapasitas SDM lokal, khususnya kaum perempuan, menjadi hal yang mutlak dilakukan.
“Kedonganan adalah kawasan pariwisata yang terkenal dengan kulinernya. Maka dari itu, wawasan dan ilmu yang didapat dari pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan ibu-ibu dalam estetika mengolah makanan. Keterampilan ini tidak hanya bernilai ekonomi tinggi untuk diterapkan di sektor pariwisata, tapi juga bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat luas,” urai Yunita Alit Sucipta.
Apresiasi senada dilontarkan oleh Bendesa Adat Kedonganan, I Wayan Sutarja. Dirinya mengakui intervensi pelatihan dari GOW Badung ini sangat tepat sasaran lantaran mayoritas ibu-ibu di wilayah setempat menggantungkan hidupnya di sektor penunjang pariwisata.
“Kami mewakili krama (warga) adat mengucapkan terima kasih mendalam kepada Ibu Ketua GOW Badung atas transfer ilmunya. Ke depan, selain peningkatan keterampilan ini, kami di Desa Adat Kedonganan komit penuh bersama warga untuk terus mendukung program Pemerintah Kabupaten Badung, termasuk dalam menyukseskan gerakan pemilahan dan pengolahan sampah berbasis sumber,” tegas Sutarja.
Melalui pelatihan seni mengukir buah dan penghias hidangan (garnish) ini, ibu-ibu PKK di Kedonganan diharapkan mampu menaikkan kelas penyajian kuliner lokal agar memiliki nilai jual serta daya saing global yang lebih tinggi di mata wisatawan domestik maupun mancanegara. (Gus-Kab).