Kawasan Penting Klungkung Daratan, Ketua DPRD Gung Anom Sambut Positif Penataan Pura Watu Klotok

Ketua DPRD Anak Agung Gde Anom saksikan penandatanganan untuk Paket Penataan Kawasan Pura Watuklotok

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Klungkung melakukan pinjaman daerah sebesar Rp 18 miliar kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk Paket Penataan Kawasan Pura Watu Klotok mendapat lampu hijau dari legislatif.

Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyambut positif penandatanganan perjanjian pinjaman tahap kedua yang dilangsungkan di Ruang Rapat Kantor Bupati Klungkung tersebut. Menurutnya, penataan kawasan ini sangat krusial mengingat Pura Watuklotok memegang peran vital dalam kehidupan spiritual umat Hindu di Bali.

“Penataan kawasan Pura Watu Klotok penting dilakukan karena kawasan ini adalah area suci pura dan tempat kegiatan melasti umat Hindu di Klungkung, bahkan sebagian dari kabupaten lain di Bali,” ujar Gde Anom, Rabu (15/7/2026).

Gde Anom menambahkan, hasil akhir dari proyek ini diharapkan mampu mempertegas posisi Pura Watuklotok sebagai salah satu pilar pariwisata berbasis budaya yang representatif di Klungkung daratan.

“Ini adalah kawasan budaya, spiritual, serta destinasi wisata yang tertata dan layak dikunjungi dan menjadi salah satu ikon di Klungkung daratan,” tutur Ketua DPC PDIP Klungkung ini.

Terkait teknis di lapangan, politisi PDI Perjuangan ini membeberkan bahwa alokasi anggaran Rp 18 miliar tersebut akan difokuskan untuk membangun dan memperbaiki sarana utama penunjang upacara keagamaan serta fasilitas publik.

Prioritas pembangunan meliputi konstruksi bale pawedan, penataan lapak pedagang sarana persembahyangan (banten), serta penyediaan fasilitas gedung wantilan di area pantai melasti.

Selain sarana ibadah, penataan juga menyentuh aspek estetika dan kenyamanan wisatawan melalui perbaikan ruang publik, penataan area parkir kendaraan agar lebih rapi, pembangunan sarana wisata, hingga pembuatan titik swafoto (spot foto) guna memperkuat daya tarik destinasi.

Di sisi lain, Bupati Klungkung I Made Satria menjelaskan bahwa penandatanganan sisa pagu Rp 18 miliar ini menyempurnakan total komitmen pinjaman daerah Klungkung kepada PT SMI yang secara keseluruhan bernilai Rp 68,6 miliar. Sebelumnya, dokumen pinjaman tahap pertama sebesar Rp 50,6 miliar telah disepakati di Jakarta pada 6 Juli 2026 lalu.

“Dana ini kami alokasikan khusus untuk penataan kawasan Pura Watuklotok agar menjadi lebih asri, rapi, dan nyaman bagi para pemedek yang nangkil untuk beribadah, sekaligus sebagai daya tarik wisata spiritual yang bermartabat,” papar Bupati Satria.

Bupati Satria juga menegaskan bahwa jajaran eksekutif berkomitmen menjaga akuntabilitas pengelolaan dana pinjaman tersebut secara transparan, tertib administrasi, serta tepat sasaran agar tidak membebani kapasitas fiskal daerah di masa mendatang.

Apresiasi terhadap arah pembangunan Klungkung juga datang dari Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI, Faaris Pranawa. Pihaknya memuji laju pertumbuhan ekonomi Klungkung yang menyentuh angka 5,67 persen, ditopang oleh kinerja sektor akomodasi dan transportasi pariwisata yang melesat di atas 13 persen seiring kunjungan wisatawan yang menembus 1,1 juta orang sepanjang tahun lalu.(Sta-Kab).

kabar Lainnya