KABARBALI.ID – Penentuan hari baik atau yang dikenal dengan istilah Ala Ayuning Dewasa tetap menjadi rujukan spiritual dan praktis yang kokoh bagi masyarakat Bali.
Pada Rabu, 15 Juli 2026, penanggalan tradisional Bali memaparkan perpaduan energi makrokosmos yang sangat mendukung pelaksanaan beberapa upacara keagamaan tertentu, namun di sisi lain memberikan batasan ketat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang bersifat krusial.
Berdasarkan data penanggalan Ala Ayuning Dewasa yang dihimpun oleh media online bali kabarbali.id, hari ini dinaungi oleh indikator Catur Laba. Elemen ini membawa pengaruh sangat baik untuk melaksanakan upacara Manusa Yadnya (seperti upacara potong gigi atau mepatah) serta upacara Pitra Yadnya. Selain itu, Catur Laba juga dikategorikan sebagai waktu yang baik bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan atau bepergian ke arah utara.
Bagi umat yang ingin melangsungkan upacara potong rambut, hari ini juga sangat direkomendasikan karena bertepatan dengan indikator Cintamanik.
Di sektor agraria, terdapat kombinasi energi yang unik. Indikator Pepedan menunjukkan waktu yang baik untuk membuka lahan pertanian baru, sementara Kajeng Rendetan mendukung aktivitas menanam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan buah. Bagi pembudidaya tanaman herbal atau perkebunan, hari ini juga baik untuk menanam sirih dan tembakau berkat pengaruh Kala Gumarang Turun.
Meski demikian, aktivitas pertanian hari ini harus dilakukan secara selektif. Indikator Kala Mereng memberikan peringatan tidak baik untuk bercocok tanam secara umum, dan Kala Gumarang Turun melarang keras pembuatan bibit baru. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak membuat peralatan dari bahan besi di bawah pengaruh Pepedan.
Peringatan paling krusial pada hari Rabu ini terletak pada bertahannya sasi Uncal Balung dan Rangda Tiga. Kombinasi kedua elemen negatif ini secara adat melarang pelaksanaan upacara pernikahan atau pawiwahan. Masyarakat juga sangat disarankan untuk menunda memulai segala jenis pekerjaan yang dianggap penting atau sakral.
Hal ini dipertegas oleh pengaruh Titibuwuk yang melarang pembuatan tangga (banggul) serta perjalanan jauh untuk urusan penting, meskipun indikator ini memiliki sisi positif yang baik untuk pengobatan penyakit akibat guna-guna atau gangguan spiritual sejenisnya.
Dari sudut pandang karakter makrokosmos lainnya, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Laku Bulan yang membawa sifat tenang dan meneduhkan, serta Pancasuda: Bumi Kepetak yang menggambarkan sosok pekerja keras namun penuh rintangan. Kondisi spiritual hari ini juga dilengkapi dengan Ekajalaresi: Tininggalin Suka dan Pratiti: Upadana.
| Kriteria Dewasa | Karakter / Status | Dampak & Rekomendasi Aktivitas |
|---|---|---|
| Catur Laba | Sangat Baik | Bagus untuk upacara Manusa Yadnya, Pitra Yadnya, dan bepergian ke arah utara. |
| Cintamanik | Baik | Hari yang baik untuk melaksanakan upacara potong rambut. |
| Pepedan | Baik / Pantang | Baik untuk membuka lahan baru. Tidak baik untuk membuat peralatan dari besi. |
| Kajeng & Kala Gumarang | Selektif | Baik untuk menanam pohon berbuah, sirih, dan tembakau. Pantang membuat bibit. |
| Titibuwuk | Selektif | Baik untuk mengobati penyakit non-medis (guna-guna). Pantang buat tangga/banggul. |
| Rangda Tiga & Uncal Balung | Tidak Baik | Pantangan besar! Dilarang melangsungkan pernikahan (pawiwahan) dan memulai proyek penting. |