Operasi Besar-Besaran Cari Nelayan Hilang di Gianyar, Sisir Hingga Selat Badung

Operasi SAR hari ketiga pencarian nelayan hilang asal Lebih Gianyar, Nyoman Darin (51). dilakukan secara besar-besaran tim susuri darat, laut hingga memalui udara. foto/dok BPBD Gianyar

GIANYAR, KABARBALI.ID – Operasi pencarian besar-besaran terhadap Nyoman Darin (51), nelayan asal Banjar Lebih Beten Kelod yang dilaporkan hilang saat melaut di perairan Pantai Lebih, Gianyar, kian masif.

Hingga memasuki hari ketiga pencarian, Minggu (19/7/2026) sore, keberadaan korban paruh baya ini masih belum membuahkan hasil, membuat tim SAR gabungan memutuskan memperluas area operasi melalui darat, laut, dan udara.

Operasi lanjutan ini digeber secara ketat dengan melibatkan kekuatan penuh dari ratusan personel gabungan serta kelompok nelayan lokal sejak Sabtu (18/7) pagi.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengonfirmasi pergerakan masif tersebut.

Rincian ratusan personel yang bersiaga di antaranya terdiri dari 10 personel Kantor Basarnas Denpasar, 10 personel SAR Polda Bali, 15 personel Satpolariud Polres Gianyar, 15 personel Polsek Sukawati, 15 personel SAR Brimob Polda Bali, 20 personel Balawista BPBD Gianyar, dan 5 personel TRC BPBD Gianyar.

Pergerakan ini juga dibantu penuh oleh sedikitnya 20 anggota kelompok nelayan setempat beserta sejumlah relawan kemanusiaan.

Perairan Selat Badung Disisr dengan Helikopter

Guna memaksimalkan pengamatan dari udara, tim SAR gabungan tidak hanya mengandalkan unit drone, melainkan menerjunkan armada udara utama berupa satu unit Helikopter Bell 412 milik Finns SGi Air Bali.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya, menyebut bahwa langkah pengerahan helikopter ini diambil untuk menjangkau area pencarian yang jauh lebih luas dari titik awal. Area penyisiran udara kini diperluas melintasi perairan Gianyar hingga mencakup kawasan perairan Selat Badung dengan radius mencapai 25,6 mil laut.

“Harapan kami dengan perluasan area via udara ini korban dapat segera ditemukan. Untuk hari ini, unsur pergerakan SAR gabungan yang terjun langsung mencapai 95 orang, yang kami bagi ke dalam tiga SRU (Search and Rescue Unit), yakni unit darat, laut, dan udara,” terang I Nyoman Sidakarya.

Sementara itu, pergerakan di atas permukaan perairan digerakkan melalui dua unit rubber boat (perahu karet) milik Satpolairud Polres Gianyar dan SAR Brimob Polda Bali.

Tak kalah sigap, solidaritas sesama pelaut ditunjukkan oleh kelompok nelayan setempat yang mengerahkan sedikitnya 10 unit jukung untuk menyisir koordinat-koordinat yang telah dipetakan tim.

Jukung Ditemukan Kandas Tanpa Awak di Pantai Saba

Berdasarkan catatan kronologi kejadian, korban yang sehari-harinya juga dikenal sebagai wiraswasta ini awalnya berangkat melaut sendirian dari bibir Pantai Lebih pada Jumat (17/7) pagi sekitar pukul 06.00 WITA dengan agenda memancing ikan.

Kecurigaan mulai muncul saat memasuki waktu sore hari. Jukung milik korban tidak kembali ke Pantai Lebih, melainkan ditemukan terombang-ambing oleh warga setempat sebelum akhirnya kandas di pesisir Pantai Saba, Gianyar. Setelah dicek, kondisi jukung dalam keadaan kosong tanpa ada tanda-tanda keberadaan Nyoman Darin di atasnya.

Basarnas Bali menegaskan dengan kekuatan alat utama (alut) dan ratusan personel yang memadai, operasi kemanusiaan ini akan berlangsung secara maksimal. Sesuai prosedur standar operasi (SOP), pencarian akan terus diupayakan hingga memasuki hari ke-7 (Kamis, 23/7).

Kendati demikian, pelaksanaan proses pencarian dan pertolongan di lapangan akan tetap memperhitungkan dinamika kondisi cuaca, arus laut, ketinggian gelombang, serta kecepatan angin demi keselamatan tim penyelamat. (Kri-Kab)

kabar Lainnya