BULELENG, KABARBALI.ID – Peristiwa memilukan menimpa seorang keluarga asal Dusun Kajanan, Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan. Seorang bayi laki-laki berusia 13 bulan, Putu Putra Widi Widiana Yasa, ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di saluran irigasi (subak) yang berada di dalam area Terminal Penarukan, Banjar Dinas Pendes, Kelurahan Penarukan, Buleleng.
Musibah tragis tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 WITA, Minggu (12/7/2026).
Personel Polsek Singaraja didampingi Bhabinkamtibmas Kelurahan Penarukan langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian guna mengevakuasi korban sekaligus melakukan olah TKP awal.
Kronologis kejadian bermula sekitar pukul 08.00 WITA saat korban diajak oleh kakaknya, Kadek Juni Srinusari (14) dan saksi I Ketut Carita (43) berangkat dari Desa Bengkala menuju sebuah rumah di area Terminal Penarukan untuk bermain. Setibanya di lokasi, saksi menitipkan bayi tersebut kepada sang kakek karena hendak pergi ke Toko Serba Indah untuk membeli perlengkapan sekolah sekitar pukul 10.30 WITA.
Kapolsek Singaraja Kompol Gede Juli, atas seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, membenarkan insiden tersebut dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada pihak keluarga korban.
“Sekembalinya dari toko baju sekolah, saksi terkejut karena tidak menemukan korban di tempat semula. Saat ditanyakan, sang kakek berada dalam kondisi bingung dan tidak mengetahui keberadaan sang cucu. Pihak keluarga yang panik langsung melakukan pencarian intensif di sekitar area terminal hingga menyusuri saluran irigasi subak terdekat,” jelasnya.
Nahas, dua jam pencarian, korban akhirnya ditemukan di dalam saluran irigasi dalam kondisi lemas. Kakek korban bersama keluarga langsung melarikan balita tersebut ke RS Kertha Usada Singaraja.
“Korban dinyatakan sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit berdasarkan hasil pemeriksaan medis oleh dokter jaga RSU Kerta Husada,” imbuhnya.
Berdasakan hasil pemeriksaan luar, ditemukan adanya luka lebam di bagian dahi yang diduga akibat benturan saat korban terjatuh ke irigasi, dan tidak ada tanda-tanda kekerasan.
Menyikapi musibah ini, Kapolsek Singaraja mengeluarkan peringatan keras kepada masyarakat, khususnya para orang tua dan pengasuh anak di wilayah hukum Buleleng. Kompol Gede Juli meminta agar pengawasan terhadap anak-anak usia balita ditingkatkan secara ketat guna menghindari kelengahan yang berujung fatal.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat agar selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak balita mereka secara ketat, terutama jika berada di dekat area rawan seperti saluran irigasi atau sungai agar kejadian serupa tidak terulang kembali di kemudian hari,” tegasnya.
Saat ini jenazah bayi malang tersebut telah diserahkan kepada pihak keluarga di Desa Bengkala untuk proses upacara keagamaan. (Kar-Kab).