JEMBRANA, KABARBALI.ID – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, mengajak krama Kabupaten Jembrana untuk mulai membangun kemandirian ekonomi berbasis adat melalui program “Taman Bali Banten”. Gagasan ini disampaikan di sela-sela kehadirannya dalam rangkaian upacara keagamaan besar di Pura Kahyangan Tiga, Desa Pangyangan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana.
Kehadiran orang nomor dua di Pemprov Bali ini disambut antusias oleh warga setempat yang tengah melaksanakan gotong royong Upacara Karya Mamungkah, Mupuk Pedagingan, Mapadudusan Alit, Wraspati Kalpa Utama, lan Ngusaba Desa. Puncak upacara tersebut jatuh tepat pada Rahina Anggara Kasih Medangsia, Selasa (7/7/2026) kemarin.
Wagub Giri Prasta memberikan apresiasi tinggi atas soliditas krama Desa Pangyangan. Ia menekankan bahwa rasa persaudaraan yang kokoh dan kerja sama yang tulus merupakan fondasi utama dalam menyukseskan sebuah upacara sakral (yadnya).
“Ngiring sagilik-saguluk salunglung sabayantaka. Dengan begitu, yadnya seberat apa pun akan terasa lebih ringan karena dikerjakan bersama. Hilangkan rasa dengki agar upacara suci, mulai dari persiapan hingga selesai, senantiasa diberikan kemudahan,” ungkap mantan Bupati Badung dua periode tersebut.
Lebih lanjut, Giri Prasta membeberkan misinya untuk memperkuat ketahanan ekonomi umat Hindu melalui pengembangan kawasan “Taman Bali Banten”. Kawasan khusus ini nantinya dirancang sebagai pusat budidaya tanaman lokal penunjang upakara.
Jenis tanaman yang diprioritaskan meliputi janur, daun pisang, daun beringin, daun sirih, daun pandan, kelapa, pisang, pinang, hingga aneka bunga lokal Bali. Kehadiran taman ini dinilai menjadi solusi konkret untuk menekan biaya upacara sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kas desa.
“Keberadaan taman tersebut akan memudahkan masyarakat memperoleh sarana upacara secara mandiri sekaligus menggerakkan perputaran ekonomi lokal desa,” terangnya.
Rangkaian kunjungan kerja ditutup dengan prosesi persembahyangan bersama demi keselamatan Bali. Usai sembahyang, Wagub Giri Prasta bersama Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menandatangani prasasti peresmian Pura Desa lan Puseh Desa Adat Pangyangan sebagai simbol legalitas dan rampungnya pemugaran pura. (Rls-Kab)