KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung I Made Satria menghadiri puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 Yowana Bandhu Hita yang berlangsung hangat di Balai Banjar Adat Takmung, Desa Takmung, Kecamatan Banjarangkan, Sabtu (25/7/2026).
Acara perayaan ulang tahun organisasi pemuda adat tersebut turut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Tjokorda Gede Agung, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta, serta tokoh masyarakat dan jajaran undangan terkait lainnya.
Dalam arahannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa organisasi pemuda atau yowana di tingkat banjar adat merupakan wadah paling efektif untuk menempa diri, belajar kepemimpinan, serta merawat tradisi gotong royong yang menjadi napas kehidupan masyarakat Bali.
“Yowana adalah calon pemimpin masa depan. Jadikan wadah ini untuk belajar berorganisasi dan mempererat rasa gotong royong. Kami berharap Yowana Bandhu Hita terus membangun kolaborasi yang erat dengan Pemerintah Desa maupun Pemerintah Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Lebih lanjut, Bupati Satria mengingatkan generasi muda agar tetap awas dan adaptif dalam menghadapi laju pesat peradaban di era digital. Menurutnya, pemuda Bali saat ini dituntut untuk memiliki kemampuan bersaing di tingkat global tanpa sedikit pun menanggalkan nilai-nilai kearifan lokal.
“Perkembangan era digital mengharuskan yowana untuk memiliki daya saing global. Namun ingat, selangkah apa pun kita maju, tetap pegang teguh konsep Menyama Braya sebagai fondasi persaudaraan kita,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia HUT Yowana Bandhu Hita, Ida Bagus Gede Mahesa Wiguna, menyampaikan bahwa perayaan tahun ini mengusung tema “Samuhita Nityakala”, yang memiliki arti Persatuan Abadi Sepanjang Waktu.
“Perayaan ini adalah wujud syukur kami atas perjalanan panjang organisasi. Semoga momentum HUT ke-52 ini dapat terus mempererat persatuan, meningkatkan kreativitas, menumbuhkan semangat berkarya, serta mempertegas pengabdian kami kepada masyarakat,” ungkap Mahesa Wiguna.
Puncak acara peringatan HUT ke-52 Yowana Bandhu Hita ini diisi dengan pemotongan tumpeng, pentas seni budaya dari para pemuda-pemudi lokal, serta diskusi santai mengenai penguatan peran pemuda dalam menjaga kelestarian tradisi adat Banjar Takmung. (Sta-Kab).