KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kabupaten Klungkung kembali dipercaya sebagai locus pembelajaran kepemimpinan tingkat daerah. Bupati Klungkung, I Made Satria, menerima langsung rombongan peserta Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan II Provinsi Bali Tahun 2026 di Ruang Rapat Praja Mandala Kantor Bupati Klungkung, Rabu (22/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Provinsi Bali atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Klungkung.
“Kunjungan ini merupakan suatu kehormatan dan kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk dapat berbagi pengalaman, capaian prestasi, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan dalam upaya memajukan Kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Satria.
Pada kesempatan tersebut, Bupati memaparkan potret pembangunan Klungkung, di mana Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terus mengalami tren positif dari 72,98 pada tahun 2021 hingga menembus angka 75,89 pada tahun 2025.
Pelaksanaan studi lapangan PKA kali ini berfokus pada dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, yakni Dinas Pariwisata serta Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Kabupaten Klungkung.
Di hadapan para pejabat administrator se-Bali, Bupati Satria membedah dua program inovasi unggulan yang menjadi motor penggerak daerah:
1. Inovasi OGOD (One Gate One Destination): Sistem tata kelola destinasi wisata terpadu satu pintu yang diterapkan Dinas Pariwisata Klungkung di kawasan Kepulauan Nusa Penida (meliputi DTW Kelingking, Broken Beach, Angel’s Billabong/Devil’s Tears, hingga Crystal Bay). Inovasi ini dihadirkan untuk menciptakan pengelolaan pariwisata yang tertib, transparan, akuntabel, sekaligus memaksimalkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
2. Inovasi TOSS Center Karangdadi Kusamba: Program penanganan sampah terintegrasi dari sumber hingga pengolahan oleh DLHP Klungkung. Kini, TOSS Center telah dilengkapi teknologi mesin pirolisis ramah lingkungan bantuan dari Kepulauan Cook yang mengolah sampah tanpa asap (emisi uap air). Ke depan, kapasitas pengolahan diproyeksikan mencapai 168 ton hingga target kumulatif 400 ton per hari, sekaligus bertransformasi menjadi kawasan eduwisata lingkungan.
Berkat konsistensi berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Klungkung berhasil memborong sejumlah penghargaan bergengsi skala nasional.
Di antaranya predikat Kabupaten Sangat Inovatif pada Innovative Government Award (IGA) 2024, Implementasi RB Tematik Terbaik 2024, Peringkat Pertama Nasional Kinerja Surveilans AFP dan Discarded Campak Rubella 2025, serta National Governance Awards (NGA) 2026 atas keberhasilan menekan angka stunting secara impresif dari 5,2 persen (2024) menjadi 3,15 persen pada Maret 2026.
Bupati Satria berharap poin-poin pembelajaran dari Klungkung dapat memberikan inspirasi bagi para peserta PKA untuk diterapkan di instansi masing-masing, sekaligus menghasilkan masukan konstruktif demi peningkatan kualitas pelayanan publik di Bumi Serombotan. (Sta-Kab).