Jaga Sumber Air Baku 84 Ribu Pelanggan, Perumda Tirta Mangutama Badung Tanam 2.000 Bibit Mangrove

Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan pesisir Kelompok Nelayan Segara Batu Lumbang, Jumat (18/9).

BADUNG, KABARBALI.ID – Menyemarakkan peringatan setengah abad atau HUT ke-50, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mangutama Kabupaten Badung menggelar aksi penanaman 2.000 bibit mangrove di kawasan Kelompok Nelayan Segara Batu Lumbang, Jumat (18/9/2026).

Aksi konservasi lingkungan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, didampingi Dirut Perumda Tirta Mangutama I Wayan Suyasa, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, hingga komunitas Gerakan Badung Peduli dan nelayan setempat.

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif BUMD Badung tersebut dalam memelihara ekosistem pesisir.

“Langkah nyata yang diambil oleh Perumda Tirta Mangutama ini patut dijadikan teladan bagi kita semua. Menanam dan menjaga hutan bakau bukan sekadar menanam pohon, melainkan menjaga keseimbangan alam, memperkuat benteng pelindung wilayah pesisir dari abrasi, serta menjaga keasrian wajah Bali dan Badung,” ujar Rasniathi Adi Arnawa.

Lindungi Sumber Air Baku Utama 84 Ribu Pelanggan

Penanaman mangrove ini dinilai sangat strategis lantaran berlokasi dekat dengan sumber air baku utama milik pemerintah daerah di kawasan Estuari. Fasilitas lingkungan ini memegang peranan vital dalam menyuplai air bersih bagi lebih dari 84.000 pelanggan di Kabupaten Badung.

Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Mangutama, I Wayan Suyasa, menegaskan bahwa perlindungan ekosistem pesisir merupakan tanggung jawab moral perusahaan demi menjaga keberlanjutan layanan air bersih jangka panjang.

“Bagi kami, mangrove adalah benteng alami yang tak tergantikan melindungi daratan dari gerusan air laut dan intrusi air asin, sekaligus menjadi rumah bagi keseimbangan ekosistem hayati pesisir,” jelas Wayan Suyasa.

Ia menambahkan, pihak manajemen tidak sekadar menanam, namun berkomitmen melakukan perawatan berkala agar 2.000 bibit mangrove tersebut dapat tumbuh subur dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan sekitar. (Gus-Kab).

kabar Lainnya