

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap tiga orang yang merupakan kapten dan anak buah kapal (ABK) speed boat mati mesin di Perairan Manta Point, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, dilanjutkan hari ini Selasa (15/9/2026).
Meskipun tim SAR gabungan telah menggerakkan armada laut KN SAR Arjuna 229 dan mengerahkan pemantauan udara menggunakan helikopter FINNS SGi Air Bali, keberadaan ketiga korban hingga Senin sore masih belum ditemukan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara menerangkan, laporan awal operasi dimulai sekitar pukul 08.00 WITA saat KN SAR Arjuna 229 lepas sandar dari Pelabuhan Benoa dengan membawa 25 personel menuju area pencarian seluas 45,2 nautical mile persegi ($NM^2$).
Namun, penyisiran laut selama empat jam belum memberikan tanda-tanda keberadaan kapal. Demikian pula penyisiran udara lewat helikopter FINNS SGi Air Bali pada pukul 15.00 WITA selama 1,5 jam yang masih nihil hasil.
“Kami sudah plotting area pencarian dengan perhitungan arah dan kecepatan angin serta arus laut. Namun pencarian dengan kedua alut (alat utama) yang bergerak hari ini belum memberikan hasil,” terang.
I Wayan Juni Antara mengonfirmasi identitas ketiga korban yang masih berada dalam proses pencarian;
yakni I Nyoman Budiana (kapten kapal), serta dua ABK masing-masing bernama Keristino Sahreza Avendi Da dan Niko Demios Landena.
Kejadian berawal saat speed boat mengalami mati mesin di perairan selatan Nusa Penida pada Sabtu (12/9/2026).
“Laporan awal yang kami terima menyebutkan ada satu orang yang berada di dalam speed boat tersebut. Namun di hari berikutnya, pihak keluarga baru mengonfirmasi bahwa total ada tiga orang di dalam kapal,” jelas Juni Antara.
Pencarian di lapangan dilaporkan menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Tim SAR gabungan harus berhadapan dengan kecepatan angin berkisar 12 knot serta Ketinggian gelombang laut yang mencapai 2 hingga 4 meter di sekitar perairan Manta Point.
Selain mengerahkan KN SAR Arjuna dan helikopter, belasan perahu nelayan lokal serta pihak keluarga korban turut diterjunkan menyisir perairan. Koordinasi berkala juga dilakukan bersama Vessel Traffic Services (VTS) Benoa.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi ini meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, FINNS SGi Air Bali, Ditpolairud Polda Bali, Lanal Denpasar, kelompok nelayan, dan keluarga korban. (Kab/Red).