Jalur Vital Pariwisata Nusa Penida Mulai Digarap, Proyek Jalan Sampalan-Toyapakeh Rp 50,6 Miliar Dimulai

Bupati Klungkung Made Satria mulai geber jalan akses wisata di Nusa Penida. Senin (11/5). foto/ist

NUSA PENIDA, KABARBALI.ID – Penuntasan persoalan infrastruktur jalan di Nusa Penida kini memasuki babak baru.

Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi meluncurkan (launching) dimulainya paket pekerjaan Peningkatan Jalan Sampalan-Toyapakeh pada Senin (11/5/2026).

Proyek senilai Rp 50,6 miliar ini menjadi angin segar bagi masyarakat dan pelaku pariwisata, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi utama aktivitas di Kepulauan Nusa Penida.

Target Tuntas dalam 240 Hari

Proyek strategis ini menyasar perbaikan jalan sepanjang 8 kilometer yang menghubungkan dua titik krusial di Nusa Penida. Bupati I Made Satria menegaskan bahwa seluruh tahapan pekerjaan akan dipacu mulai bulan Mei ini untuk segera memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan.

“Pemerintah Kabupaten Klungkung berkomitmen penuh untuk segera menuntaskan jalan rusak yang ada di Nusa Penida. Kami memohon masyarakat untuk sedikit bersabar selama proses pengerjaan fisik berlangsung di lapangan,” ujar Bupati Satria.

Peningkatan kualitas jalan ini diharapkan tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi daerah serta memastikan pertumbuhan pariwisata di Nusa Penida berkembang lebih pesat dan berkelanjutan.

Rincian Investasi dan Pengawasan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, memaparkan rincian teknis proyek besar tersebut. Pekerjaan ini dilaksanakan oleh penyedia jasa PT Aditya Sinar Pratama dengan CV Dinamika Desain sebagai konsultan pengawas.

Nilai kontrak yang disepakati mencapai Rp 50.684.831.307,82 dengan jangka waktu pelaksanaan selama 240 hari kalender, serta masa pemeliharaan selama 360 hari kalender.

“Proyek dengan nilai investasi lebih dari Rp 50,6 Miliar ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi konektivitas antarwilayah dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Penida secara keseluruhan,” tambah Made Jati Laksana.

Dengan akses yang lebih mulus, mobilitas wisatawan dari pelabuhan menuju berbagai destinasi populer di Nusa Penida akan semakin cepat dan aman, yang pada akhirnya akan meningkatkan citra pariwisata Bali di mata dunia. (Sta-Kab).

kabar Lainnya