Proyek Jalan Sampalan–Toyapakeh Rp 50,68 Miliar Dimulai, Wayan Suarta: Akhiri Citra Buruk Jalan Rusak di Nusa Penida

Anggota DPRD Klungkung Wayan Suarta apresiasi proyek jalan Sampalan-Toyapakeh Rp 50,68 Miliar

NUSA PENIDA, KABARBALI.ID – Penantian panjang masyarakat dan pelaku pariwisata di Nusa Penida untuk mendapatkan akses jalan yang layak akhirnya terjawab. Proyek strategis peningkatan Jalan Sampalan–Toyapakeh senilai Rp 50,68 miliar resmi dimulai, menandai babak baru penataan infrastruktur di destinasi wisata kelas dunia tersebut.

Langkah ini mendapat apresiasi positif dari Anggota DPRD Klungkung Dapil Nusa Penida, I Wayan Suarta.

Ia menilai perbaikan ruas jalan ini sangat krusial untuk memulihkan citra pariwisata Nusa Penida yang sempat terganggu akibat infrastruktur yang memprihatinkan.

Menjaga Marwah Wisata Internasional

Wayan Suarta menegaskan bahwa kondisi jalan yang rusak selama ini menjadi keluhan utama wisatawan mancanegara. Menurutnya, citra Nusa Penida sebagai destinasi internasional harus didukung dengan fasilitas publik yang sepadan.

“Jalan rusak selama ini ikut merusak citra Nusa Penida sebagai destinasi wisata internasional. Karena itu kami sangat mengapresiasi proyek perbaikan jalan ini,” ujar Wayan Suarta,Selasa (12/5/2026).

Politisi Gerindra asal Nusa Penida ini berharap proyek sepanjang 8 kilometer tersebut dikerjakan dengan standar kualitas tertinggi.

“Mari kita awasi bersama agar proyek ini benar-benar dikerjakan sesuai kualitas yang diharapkan sehingga mampu bertahan lama,” tegasnya.

Proyek peningkatan jalan vital ini diluncurkan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria. Pengerjaan dilakukan oleh PT Aditya Sinar Pratama dengan rincian teknis sebagai berikut:

• Masa Pelaksanaan: 240 hari kalender.

• Masa Pemeliharaan: 360 hari kalender.

• Target Utama: Memperbaiki konektivitas pelabuhan utama dengan pusat ekonomi dan destinasi wisata.

Kepala Dinas PUPR Klungkung, Made Jati Laksana, menjelaskan bahwa proyek ini tidak hanya sekadar perbaikan aspal, tetapi bertujuan meningkatkan kenyamanan mobilitas secara menyeluruh. Jalur Sampalan–Toyapakeh merupakan urat nadi transportasi di Nusa Penida yang menghubungkan arus logistik dan mobilitas wisatawan yang kian padat.

Dengan dimulainya pengerjaan ini, pemerintah daerah optimistis geliat ekonomi masyarakat di Nusa Penida akan semakin cepat tumbuh seiring dengan kemudahan aksesibilitas yang tersedia. (Sta-Kab).

kabar Lainnya