

KABARBALI.ID – Masyarakat Hindu di Bali memegang teguh pedoman Ala-Ayuning Dewasa atau tata cara penentuan hari baik dan buruk berdasarkan perhitungan kalender tradisional Bali sebelum melaksanakan berbagai aktivitas harian maupun upacara keagamaan.
Untuk hari Minggu, 6 September 2026 (Redite Umanis Menail), kalender Bali mencatatkan sejumlah pengaruh padewasan yang baik (ayu) maupun yang perlu dihindari (ala).
Secara umum, hari ini dinaungi oleh Catur Laba yang menguntungkan untuk perjalanan ke arah utara, namun diimbangi dengan kewaspadaan seperti Kala Mangap yang disarankan untuk membatasi aktivitas belanja.
Berdasarkan perhitungan padewasan Bali, beberapa elemen hari baik yang menaungi Minggu, 6 September 2026 di antaranya:
Catur Laba: Sangat baik untuk melakukan perjalanan (memargi) terutama menuju arah utara. Selain itu, hari ini juga bernilai baik untuk menggelar upacara Manusa Yadnya serta Pitra Yadnya.
Sri Murti: Merupakan hari yang baik untuk mempersembahkan yadnya atau persembahan khusus kepada Dewi Sri di lumbung padi/tempat penyimpanan beras.
Sri Tumpuk: Baik digunakan untuk aktivitas memikat atau mencari burung (mepikat).
Pepedan: Sangat cocok bagi masyarakat petani yang ingin mulai membuka lahan pertanian baru.
Di samping hari baik, terdapat beberapa pembatas atau dewasa ala yang patut diperhatikan agar pelaksanaan pekerjaan berjalan lancar dan terhindar dari kendala:
Rangda Tiga: Tidak direkomendasikan untuk melangsungkan upacara pernikahan atau pawiwahan.
Kala Mangap: Berpengaruh kurang baik untuk berbelanja atau bertransaksi barang dagangan karena berpotensi memicu perilaku boros.
Kala Dangastra: Kurang baik untuk memulai pekerjaan-pekerjaan penting maupun menggelar upacara (gawe ayu). Namun, hari ini sangat baik untuk membangun tembok pekarangan rumah serta membuat alat penangkap ikan.
Pepedan (Sisi Larangan): Dihindari untuk membuat peralatan rumah tangga atau pertukangan dari bahan besi.
Kala Brahma: Mengandung energi kurang kondusif yang dapat memicu rasa kepanasan atau penderitaan (kesakitan).
Perhitungan hari ini juga dipengaruhi oleh unsur Pararasan Laku Pandita Sakti, Pancasuda Sumur Sinaba, serta Pratiti Awidya yang menandakan kelancaran umum dan keselamatan jika diimbangi dengan kebijaksanaan bertindak. (Kab/Red).