KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, menghitung dan menyelaraskan segala lini aktivitas harian dengan kalender Ala-Ayuning Dewasa (padewasan) merupakan warisan adiluhur yang hingga kini terus dijalankan secara turun-temurun. Sistem ini menjadi kompas spiritual demi meraih keselamatan, kelancaran, serta menghindari dampak buruk (ulah pati).
Berdasarkan perhitungan Wariga Bali untuk hari Selasa, 16 Juni 2026, kondisi padewasan menunjukkan dinamika yang cukup ketat. Pada hari ini, krama Bali disarankan untuk menunda pelaksanaan pekerjaan atau upacara suci yang sifatnya sangat penting, namun di sisi lain menjadi momen yang sangat bagus untuk sekadar melatih diri dan menyusun strategi program baru.
Berikut adalah rincian lengkap pembacaan elemen Ala-Ayuning Dewasa untuk Selasa, 16 Juni 2026 yang berhasil dirangkum oleh redaksi:
Hari Selasa ini dikepung oleh beberapa parameter padewasan dengan bobot nilai penolak (Alahing Dewasa) yang cukup tinggi. Oleh karena itu, Semeton disarankan menghindari aktivitas berikut:
Pelaksanaan Yadnya & Acara Penting (Geheng Manyinget & Uncal Balung): Munculnya Geheng Manyinget (Alahing Dewasa 2) dan Uncal Balung (Alahing Dewasa 3) menandakan hari ini sangat tidak baik untuk melakukan segala pekerjaan yang penting-penting, termasuk melaksanakan upacara Yadnya karena diprediksi akan menemui banyak gangguan.
Upacara Manusa & Pitra Yadnya (Salah Wadi): Sangat dipantang (pantangan) menggelar upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, potong gigi/mapendes, potong rambut) maupun Pitra Yadnya (penguburan, ngaben, nyekah, ngasti) karena masuk dalam kategori Salah Wadi.
Bercocok Tanam & Pindah Rumah (Babi Munggah, Geni Rawana, Kala Dangu): Tidak baik untuk memulai aktivitas pertanian, mengatapi rumah, melakukan upacara melaspas bangunan, pindah tempat, maupun melakukan perjalanan jauh.
Keuangan & Rahasia (Kala Beser): Hindari membuat bendungan/empangan dan sangat dipantang membicarakan hal-hal yang sifatnya rahasia.
Meski banyak pantangan untuk urusan sakral berskala besar, hari Selasa ini menyediakan celah ruang yang sangat baik untuk beberapa sektor produktif dan taktis berikut:
Pendidikan & Perencanaan (Subacara): Hari ini masuk kategori Subacara, yang berarti waktu yang sangat mulia untuk mulai berlatih/belajar, membuat peraturan baru, mengangkat atau menunjuk petugas, serta menyusun program kerja atau rencana strategis jangka panjang.
Kerajinan Api & Senjata (Geni Rawana & Kala Bancaran): Sangat baik untuk segala jenis pekerjaan yang memanfaatkan elemen api, serta memproduksi alat-alat tajam dari besi seperti membuat senjata, taji ayam, maupun pisau besar (pengiris).
Agraria & Hubungan Sosial (Pepedan & Kala Katemu): Bagus untuk membuka lahan pertanian baru. Selain itu, waktu yang sangat cocok untuk mengadakan pertemuan, berburu, menangkap ikan, maupun memasang jerat.
Sebagai pelengkap, esensi kepribadian alam semesta yang menaungi hari Selasa ini adalah Pararasan: Laku Bumi (memiliki watak mengayomi dan tenang), Pancasuda: Lebu Katiup Angin (dinamika rezeki yang mudah goyah), serta Pratiti: Wedana yang mengisyaratkan perlunya kewaspadaan diri yang matang. (Kab).