BANGLI, KABARBALI.ID – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap seorang lansia wanita berinisial Ni Nyoman Ngenu (65) yang diduga jatuh ke dalam jurang di Banjar Tampuagan, Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku, Kabupaten Bangli, resmi dihentikan. Penghentian pencarian tersebut dilakukan atas permintaan resmi dari pihak keluarga korban.
Sebelumnya, korban Ni Nyoman Ngenu dilaporkan hilang sejak Senin (20/7/2026) sekitar pukul 00.30 WITA. Keberadaan korban terakhir kali terekam melalui kamera pengawas (CCTV) di area Kantor Desa Peninjoan saat situasi tengah diguyur hujan deras.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar, I Nyoman Sidakarya, membenarkan penerimaan laporan musibah tersebut dari warga setempat setelah upaya mandiri warga selama lima hari tidak membuahkan hasil.
“Laporan kami terima pada Sabtu (25/7/2026) pukul 13.20 WITA dari I Ketut Suciawan. Disampaikan bahwa warga dan pihak keluarga sudah berupaya mencari selama 5 hari, namun hasilnya nihil,” terang I Nyoman Sidakarya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem mengerahkan enam personel rescue menuju lokasi kejadian untuk menggelar penyisiran bersama unsur SAR gabungan dari Polsek Tembuku, Koramil Tembuku, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta masyarakat Banjar Tampuagan.
Penyisiran difokuskan pada area jurang di sekitar lokasi yang dicurigai menjadi titik jatuhnya korban. Namun, hingga Sabtu sore pukul 17.45 WITA, tanda-tanda keberadaan korban belum juga ditemukan.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Bhayangkara, menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi pencarian disepakati setelah dilakukan koordinasi dan penandatanganan berita acara penutupan operasi SAR bersama pihak keluarga.
“Hasil koordinasi dengan pihak keluarga target, pencarian dihentikan sesuai permintaan keluarga target. Keputusan tersebut diambil karena akan ada upacara keagamaan di desa tersebut dan sebelumnya pencarian mandiri telah dilakukan selama enam hari oleh warga setempat,” ujar Putu Bhayangkara.
Meskipun operasi SAR resmi ditutup, Basarnas beserta unsur SAR gabungan menegaskan kesiapannya untuk kembali memberikan bantuan evakuasi apabila di kemudian hari ditemukan petunjuk baru atau keberadaan korban oleh masyarakat sekitar. (Kri-Kab).