BANGLI, KABARBALI.ID – Ajang tahunan prestisius, Penglipuran Village Festival XIII 2026, resmi dibuka bertempat di kawasan Tugu Pahlawan Penglipuran, Kelurahan Kubu, Bangli, Kamis (9/7/2026).
Mengusung tema filosofis “Harmoni Bhumi Penglipuran, Menuju Pariwisata Inklusif Berkelanjutan dan Regeneratif,” festival seni dan budaya yang digelar selama tiga hari hingga Sabtu (11/7/2026) ini diprediksi mampu menyedot kunjungan hingga 5 ribu wisatawan per harinya.
Kelian Adat Penglipuran, I Wayan Budiarta, menyampaikan bahwa pelaksanaan festival yang kini menginjak tahun ke-13 merupakan bukti eksistensi nyata dan kreativitas masyarakat Penglipuran di kancah pariwisata internasional. Event ini sekaligus menjadi ruang pameran komunal bagi para seniman, pelestari adat, serta pelaku UMKM lokal dari Penglipuran maupun desa-desa penyangga sekitarnya.

“Festival ini memang sangat dinanti-nanti oleh masyarakat adat dan para pengunjung yang ingin menikmati taksu asli Penglipuran,” ujar Budiarta.
Mengingat pelaksanaannya bertepatan dengan momen libur sekolah dan libur hari raya, panitia memproyeksikan angka kunjungan akan menyentuh 4 ribu hingga 5 ribu orang per hari. Guna mengantisipasi overcapacity—mengingat daya tampung area pusat desa idealnya berkisar 2 ribu orang—pihak desa adat telah menyiapkan strategi khusus demi menjaga kenyamanan wisatawan.
“Kami akan menerapkan sistem buka-tutup rute jika kondisi di dalam desa sudah terlalu padat. Selain itu, alur pergerakan wisatawan akan disebar ke sejumlah titik daya tarik wisata penyangga di sekitar Penglipuran, salah satunya adalah rute pelesiran ke kawasan hutan bambu. Dengan begitu, penumpukan massa di satu lokasi bisa dihindari,” urai Budiarta.
Keberhasilan Penglipuran Village Festival juga dibuktikan dengan masuknya festival ini untuk keempat kalinya dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Capaian ini menegaskan bahwa festival di desa terbersih di dunia ini dinilai unggul dalam inovasi ide, strategi pemasaran, manajemen kegiatan, serta memberikan dampak ekonomi linier bagi UMKM lokal.

Hadir memberikan sambutan mewakili Menteri, Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kemenparekraf, Dwi Marhen Yono, memaparkan data bahwa budaya, kuliner, festival, serta promo merupakan magnet utama yang menarik jutaan wisatawan mancanegara ke Indonesia.
Pihaknya pun mendorong Pemerintah Kabupaten Bangli bersama pengelola desa wisata untuk terus konsisten merawat akar budaya dan gencar mengenalkan kuliner khas lokal sebagai nilai jual utama.
“Event atau festival merupakan pendorong utama (trigger) orang untuk datang berkunjung. Sementara berkaitan dengan aspek promosi, kami sarankan saat memasuki musim sepi kunjungan (low season), buatlah paket-paket promo menarik yang bervariasi agar nantinya dapat kami bantu promosikan secara masif ke pasar internasional,” pungkas Dwi Marhen Yono.
Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta beserta Ny.Sariasih Sedana Arta, hadiri Acara Pembukaan Penglipuran Village Festival XIII Tahun 2026. Acara diawali dari Balai Masyarakat Desa Adat Penglipuran, menuju Tugu Makam Pahlawan Penglipuran, hadir dalam acara tersebut, Sekda Bangli I Dewa Bagus Riana Putra,Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksebilitas Pariwisata Wilayah 2 Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Staf ahli bidang hukum politik dan Pemerintahan, perwakilan Anggota Forkompimda di Kabupaten Bangli, Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemprov.Bali, Pimpinan OPD terkait di Kabupaten Bangli, para pelaku para wisata. (Sam-Kab).