KABARBALI.ID – Dalam sistem penanggalan Bali, siklus Triwara yang terdiri dari Pasah, Beteng, dan Kajeng bukan sekadar penanda hari. Yang datang setiap tiga hari sekali bergiliran. jika hari ini beteng, maka besok kajeng, lagi 2 harinya pasah, dan kembali ke beteng.
Ketiganya merupakan kompas kehidupan yang mengatur keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (Dewa Yadnya), sesama manusia (Manusa Yadnya), dan alam semesta (Buta Yadnya).
Memahami karakter setiap hari dalam Triwara dapat membantu kita mengambil keputusan yang tepat, mulai dari urusan perbankan hingga keharmonisan rumah tangga.
Berikut adalah ulasan mendalamnya:
Pasah memiliki arti terpisah atau membina. Hari ini adalah momentum transisi yang sangat baik untuk meletakkan “batu pertama” bagi masa depan Anda.
Finansial & Bisnis: Inilah hari terbaik untuk membuat business plan, menjajaki peluang baru, atau berinvestasi pada saham dan asuransi. Jika ingin melakukan pre-financing atau mencari pinjaman usaha, Pasah adalah waktu yang tepat.
Organisasi: Sangat disarankan untuk mengadakan rapat (sangkep), memulai training karyawan, atau melakukan kaderisasi.
Sosial: Fokuslah pada keluarga dan saudara dekat. Gunakan waktu ini untuk memupuk kepercayaan.
Pantangan: Tidak disarankan untuk melaksanakan upacara kematian atau memperingati orang yang sudah meninggal.
Beteng berarti makmur. Fokus utama hari ini adalah menjaga hubungan baik dan membersihkan “beban” masa lalu agar pintu kemakmuran tetap terbuka.
Finansial: Fokuslah pada pelunasan. Bayar cicilan, kartu kredit, atau utang kepada teman. Peringatan: Sangat tidak disarankan membuat utang baru atau menggunakan kartu kredit untuk belanja konsumtif.
Organisasi: Waktu yang ideal untuk evaluasi kinerja dan mendamaikan pihak-pihak yang sedang berseteru (mediasi).
Sosial: Perhatikan hubungan dengan tetangga (braya). Hari yang baik untuk berdana punia (sedekah) dan memperbaiki kesalahpahaman.
Pertanian: Sangat baik untuk melakukan panen.
Kajeng berarti tindas atau tahan. Fokusnya adalah pada pemeliharaan, aksi nyata, dan menjaga keselamatan lingkungan sekitar.
Finansial: Stop belanja! Tunda transaksi jual beli karena pada hari ini pertimbangan duniawi kita cenderung kurang tajam. Hindari menerima uang dalam jumlah besar kecuali untuk keperluan yadnya.
Organisasi: Sedikit bicara, banyak bekerja. Lakukan aksi nyata (action) daripada sekadar berwacana.
Lingkungan & Alam: Fokuslah merawat apa yang sudah dimiliki. Bersihkan rumah, perbaiki pagar, bersihkan saluran air, atau servis kendaraan. Hindari membangun bangunan baru dan tetaplah waspada terhadap gejala alam serta keselamatan diri.
Sosial: Kerja bakti dan beribadah secara khusyuk.
Siklus Triwara mengajarkan kita untuk hidup teratur. Pasah untuk merencanakan, Beteng untuk mengevaluasi dan berbagi, serta Kajeng untuk bekerja keras dan memelihara.
Dengan mengikuti ritme ini, kita diajak untuk menjadi pribadi yang lebih terorganisir baik secara spiritual maupun material. (Kab).