Nusa Penida Ramai Modus ‘One Day Tip’, Hotel Kecil Menjerit Cuma Terisi 30 Persen

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, I Putu Darmaya

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Lonjakan kunjungan wisatawan ke Nusa Penida pada musim liburan (high season) ternyata belum berdampak merata bagi industri perhotelan setempat.

Di tengah padatnya destinasi wisata setiap hari, tingkat okupansi hotel di pulau tersebut rata-rata baru menyentuh angka 30 persen akibat maraknya fenomena wisatawan yang memilih perjalanan satu hari (one day trip).

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Klungkung, I Putu Darmaya, membenarkan adanya ketimpangan serapan pasar yang sangat mencolok. Saat hotel-hotel besar dengan fasilitas lengkap menikmati tingkat hunian yang penuh, ratusan penginapan dan hotel skala kecil yang mendominasi Nusa Penida justru harus gigit jari karena sepi pemesan.

“Pariwisatanya memang ramai, tetapi yang menginap masih sedikit. Banyak wisatawan memilih one day trip sehingga tidak bermalam di Nusa Penida. Fenomena ketimpangan ini sangat terasa bagi pelaku usaha kecil,” ujar Darmaya, Selasa (14/7/2026).

PHRI mengidentifikasi bahwa salah satu pemicu utama keengganan turis untuk menginap adalah fleksibilitas jadwal penyeberangan kapal cepat (fast boat) yang beroperasi hingga sore hari.

Hal ini berbeda dengan destinasi kompetitor seperti Gili di NTB yang jadwal penyeberangan terakhirnya dibatasi hingga pukul 14.00 WITA, sehingga memaksa wisatawan untuk bermalam. Turis asal Tiongkok menjadi salah satu pasar terbesar yang tercatat paling gemar menerapkan pola liburan sehari langsung pulang ini.

Menyikapi kondisi yang merugikan pelaku usaha lokal tersebut, PHRI Klungkung berencana mengusulkan regulasi khusus kepada pemerintah daerah. Salah satu opsi strategis yang digodok adalah insentif pembebasan retribusi bagi wisatawan yang memilih menginap, serta menaikkan tarif retribusi bagi pelancong one day trip.

Langkah ini diharapkan dapat memacu length of stay (lama tinggal) wisatawan, yang dibarengi dengan komitmen pemerintah dalam mempercepat perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas publik di Nusa Penida demi mendongkrak kenyamanan serta daya saing destinasi. (Sta-Kab).

kabar Lainnya