KABARBALI.ID – Mengatur ritme kehidupan sehari-hari berdasarkan perhitungan ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) telah menjadi kearifan lokal yang melekat erat pada tradisi krama Bali.
Untuk Selasa, 21 Juli 2026, kalender tradisional Bali mencatatkan sejumlah pengaruh energi alam (padewasan) yang sangat baik untuk sektor usaha dan perencanaan, namun memiliki pantangan ketat untuk pelaksanaan upacara Manusa Yadnya maupun Pitra Yadnya.
Berikut adalah ulasan lengkap mengenai panduan ala-ayuning dewasa untuk Selasa, 21 Juli 2026 yang patut dicermati:
Bagi semeton yang berencana membuka usaha, membangun infrastruktur, atau menyusun perencanaan matang, hari ini dinaungi oleh beberapa indikator energi positif:
Sedana Yoga: Mengindikasikan hari yang sangat baik untuk membuat alat-alat berdagang, mendirikan tempat usaha/toko, atau mulai membuka perniagaan baru. Usaha yang dimulai pada hari ini diyakini akan mendatangkan kemudahan rezeki.
Ayu Nulus: Energi positif yang mendukung berbagai bentuk usaha dan niat baik agar berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
Subacara: Hari yang sangat baik untuk menyusun program kerja, merancang peraturan, menunjuk atau mengangkat petugas baru, serta memulai proses belajar maupun latihan ketangkasan.
Dauh Ayu: Sangat baik dimanfaatkan untuk merumuskan awig-awig (peraturan adat), produk hukum, maupun memulai tahap awal pembangunan fisik.
Dewa Ngelayang & Dewasa Ngelayang: Memberikan naungan baik untuk mendirikan bangunan suci (pelinggih), membangun rumah tinggal, hingga pembuatan sarana transportasi air seperti jukung.
Kala Katemu & Kala Jangkut: Baik dimanfaatkan untuk mengadakan pertemuan, berburu, menangkap ikan, serta membuat sarana penangkap ikan seperti jaring atau pencar.
Banyu Urug: Tepat untuk memulai proyek pembuatan bendungan atau penampungan air.
Di balik kelimpahan energi untuk urusan bisnis dan perencanaan, hari ini memuat sejumlah pantangan penting yang wajib dihindari:
Salah Wadi & Rangda Tiga: Sangat tidak direkomendasikan (pantang) untuk melangsungkan upacara Manusa Yadnya (seperti pawiwahan/pernikahan, potong gigi/mapendes, potong rambut anak) maupun Pitra Yadnya (penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, hingga ngasti).
Kala Tampak: Menegaskan kembali agar tidak mengambil hari ini sebagai dewasa nikah (perkawinan).
Uncal Balung: Diimbau untuk tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang tergolong sangat vital atau berisiko tinggi.
Kala Empas Turun: Kurang baik untuk mendirikan bangunan fisik baru atau memetik buah-buahan, namun bagus jika dimanfaatkan untuk menanam tanaman umbi-umbian.
Banyu Urug: Tidak direkomendasikan untuk penggalian sumur.
Kombinasi energi pembentuk hari ini didominasi oleh:
Pararasan (Laku Bumi): Membawa watak dasar yang tenang, mengayomi, dan menyatu dengan lingkungan.
Pancasuda (Lebu Katiup Angin): Mengisyaratkan potensi cita-cita yang terkadang sukar bertahan lama atau sering berpindah-pindah. Dibutuhkan ketekunan ekstra agar tujuan bisnis dapat bertahan konsisten.
Ekajalaresi (Kinasihaning Jana): Memberikan pengaruh positif berupa sifat yang dicintai dan dikasihi oleh banyak orang (disukai pergaulan).
Pratiti (Widnyana): Berfokus pada penguatan kesadaran, pengetahuan, serta kebijaksanaan dalam mengambil keputusan.
(Kab).