KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Tepat pada hari ini, Selasa (28/4/2026), Kabupaten Klungkung memperingati dua momentum bersejarah: Hari Puputan Klungkung ke-118 dan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Semarapura ke-34.
Peringatan ini menjadi momen krusial untuk menengok kembali peristiwa heroik 28 April 1908 yang menandai titik akhir invasi kolonial Belanda di Pulau Dewata.
Ketua DPRD Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Anom memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para leluhur yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan demi kedaulatan tanah air.
Agung Anom menyampaikan bahwa peringatan tahun ini memiliki makna yang lebih dalam, terlebih setelah Raja Klungkung, Ida I Dewa Agung Jambe, dianugerahi gelar Pahlawan Nasional pada 10 November 2023 lalu.
“Memaknai 118 tahun Puputan Klungkung bukan sekadar merayakan angka. Ini adalah momen untuk menghidupkan kembali jiwa patriotik dan nilai Dharmaning Ksatriya Mahottama, yaitu kewajiban utama seorang ksatria untuk berkorban demi kebenaran dan tanah air,” ujarnya, Selasa.
Peristiwa Puputan Klungkung yang diabadikan melalui Monumen Puputan Klungkung bukan hanya sekadar catatan sejarah, melainkan simbol perlawanan rakyat yang tidak sudi tunduk pada penjajahan meski harus bertaruh nyawa.
Selain upacara peringatan yang khidmat, momentum HUT Kota Semarapura ke-34 juga dirangkaikan dengan gelaran Semarapura Festival yang dibuka Sore dan berlangsung 28 April hingga 1 Mei 2026.
Ajang ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Klungkung kepada wisatawan.
Diharapkan melalui festival ini, semangat perjuangan para leluhur dapat ditransformasikan ke dalam karya kreatif yang membangun daerah.
“Nilai-nilai kejuangan harus tetap relevan dengan zaman sekarang. Jika dulu leluhur berperang melawan kolonial, kini tugas kita adalah berperang melawan kemiskinan dan ketidakadilan demi kemajuan Klungkung,” pungkasnya. (Sta-Kab).