KABARBALI.id – Memotong rambut bagi sebagian besar masyarakat Indonesia bukan sekadar urusan merapikan penampilan atau mengikuti tren fashion. Lebih dari itu, aktivitas ini diyakini berkaitan erat dengan pembersihan energi negatif, kesehatan, hingga penarik rezeki jika dilakukan pada waktu yang tepat.
Di Bali, pemilihan hari baik atau dewasa ayu untuk potong rambut adalah hal yang lumrah. Namun, setiap tradisi—mulai dari Hindu, Islam, hingga Primbon Jawa—memiliki perspektif berbeda mengenai kapan waktu terbaik untuk membuang helai rambut Anda.
Dalam tradisi Hindu Bali, hari Rabu (Buda) menempati kasta tertinggi sebagai hari terbaik untuk memotong rambut. Hari ini berkaitan erat dengan Dewa Wisnu sebagai manifestasi Tuhan dalam fungsi pemeliharaan (Sthiti).
Banyak warga Bali percaya bahwa memotong rambut di hari Rabu dapat menjaga keseimbangan hidup dan memperlancar datangnya rezeki. Tak heran, jasa barbershop dan salon di Bali biasanya mengalami lonjakan pengunjung setiap hari Rabu.
Berbeda dengan tradisi Hindu, dalam ajaran Islam tidak ada aturan kaku, namun merujuk pada amalan sunnah, hari Jumat sangat dianjurkan. Islam percaya bahwa memotong rambut atau kuku di hari Senin membawa kemuliaan, Kamis mendatangkan rezeki, dan Jumat menambah ilmu serta sifat santun.
Sementara itu, Primbon Jawa memberikan rincian yang lebih spesifik mengenai hari-hari yang sebaiknya dihindari:
Senin, Kamis, Jumat: Dianjurkan karena membawa keberkahan dan kecerdasan.
Selasa & Sabtu: Diyakini berisiko mendatangkan penyakit atau kesialan.
Minggu: Dianggap bisa menghilangkan keberkahan hidup.
Larangan memotong rambut di malam hari masih kental di beberapa daerah. Di Bali, terdapat istilah ngayuni nambak sasih, di mana memotong rambut saat malam hari dipercaya dapat memudarkan aura kecantikan atau ketampanan seseorang.
“Secara logis, potong rambut malam hari memang berisiko karena pencahayaan yang kurang maksimal bisa menyebabkan hasil potongan tidak rapi atau kulit tergores,” kutip kabarbali.id dari berbagai sumber.
Terlepas dari urusan hoki, kondisi fisik rambut tetap menjadi indikator utama. Berikut panduan durasi potong rambut berdasarkan jenisnya:
Rambut Pixie: Wajib setiap 1 bulan sekali untuk menjaga bentuk.
Rambut Tebal/Layer: Sebaiknya dirapikan setiap 1,5 bulan agar tidak terlihat berantakan.
Rambut Panjang: Cukup setiap 3 bulan sekali untuk membuang ujung rambut yang bercabang.
Pada akhirnya, memilih hari baik adalah bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal. Namun, faktor kenyamanan dan kesehatan rambut tetap menjadi prioritas utama bagi setiap individu, namun sebaiknya tetap perhatikan waktu penting seperti ulasan diatas. (Kab).