Perkuat Hubungan Harmonis di Manggis, Wabup Pandu Prapanca Lagosa Beri Garansi Pelestarian Tradisi

Wabup Karangasem Guru Pandu hadiri Pujawali Ida Batara Lingsir Rambut Petung di Manggis

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa, berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan lembaga adat di Bumi Lahar. Pejabat yang akrab disapa Wabup Guru Pandu ini menghadiri langsung undangan Upacara Pujawali Ida Batara Lingsir Rambut Petung yang diselenggarakan di Desa Adat Pesedahan, Kecamatan Manggis, Karangasem, Kamis (18/6/2026).

Pujawali Ida Batara Lingsir Rambut Petung di Manggis

Kehadiran Wabup Guru Pandu yang didampingi oleh Camat Manggis disambut hangat oleh prajuru adat, tokoh masyarakat, serta ratusan krama panyungsung yang tengah melaksanakan persembahyangan. Prosesi upacara sakral ini dipuput oleh Jero Mangku setempat dan berlangsung dengan khidmat serta penuh khusyuk.

Sebagai wujud nyata sraddha bhakti (keyakinan dan pengabdian) serta dukungan konkret terhadap pelestarian adat, tradisi, dan nilai-nilai spiritual, Wabup Guru Pandu menyerahkan bantuan berupa dana punia kepada Ketua Panitia dan Pengempon Pura.

Pura Sakral yang Menyatukan Tiga Desa Adat di Manggis

Keberadaan Pura Ida Batara Lingsir Rambut Petung memiliki nilai historis dan kebersamaan yang sangat tinggi di kawasan Manggis. Pura peninggalan leluhur ini menjadi simbol pemersatu karena diempon secara kolektif oleh krama dari tiga desa adat yang bertetangga, yaitu:

• Desa Adat Pesedahan

• Desa Adat Tenganan Dauh Tukad

• Desa Adat Sengkidu

Melalui perpaduan kepemilikan spiritual (pengempon) ini, pelaksanaan pujawali menjadi momentum berkumpulnya krama lintas desa untuk memupuk kembali tali persaudaraan (menyama braya) yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Mempererat Harmonisasi Ummat dan Pemerintah

Wabup Guru Pandu menyatakan bahwa pelaksanaan pujawali seperti ini merupakan benteng utama dalam mempertahankan kebudayaan Bali yang berbasis pada konsep Tri Hita Karana, khususnya hubungan harmonis antara manusia dengan Sang Pencipta (Parhyangan).

Pihak Pemerintah Kabupaten Karangasem berharap, melalui momentum suci ini, hubungan harmonis dan jalur komunikasi antara jajaran birokrasi daerah dengan masyarakat adat di akar rumput bisa terjalin semakin erat.

Sinergi ini dinilai sangat krusial untuk memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga warisan budaya, membentengi adat istiadat, serta merawat kesucian tempat-tempat suci di seluruh wilayah Kabupaten Karangasem agar tetap lestari di tengah arus modernisasi. (Kaa-Kab).

kabar Lainnya