Polda Bali Catat 1.583 Aduan Kejahatan Siber Sepanjang 2026, Gubernur Koster Tegaskan Pentingnya Literasi Digital

Webinar Literasi Digital “Bali Aman Digital” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Denpasar, Kamis (29/10/2026). (Foto: Dok. Humas Bali / kabarbali.id)

DENPARAR, KABARBALI.ID – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas ruang digital. Langkah ini dinilai krusial guna melindungi masyarakat sekaligus mempertahankan citra Bali sebagai destinasi pariwisata internasional yang aman, nyaman, dan berkualitas.

Seruan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat membuka Webinar Literasi Digital bertema “Bali Aman Digital” yang diselenggarakan secara hibrida atas kerja sama Polda Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (29/10/2026).

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Polda Bali dan pihak inisiatif atas terselenggaranya acara strategis ini. Ia menegaskan bahwa literasi dan keamanan digital berkaitan erat dengan perlindungan aktivitas ekonomi, keamanan warga, serta keberlangsungan sektor pariwisata Bali yang menjadi tumpuan utama perekonomian daerah.

Tantangan Era Digital dan Pertumbuhan Positif Pariwisata

Dalam pemaparannya, Gubernur Koster mengenang bagaimana perkembangan teknologi berlangsung sangat pesat dibandingkan era dekade silam. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan akses informasi dan komunikasi, namun di sisi lain menghadirkan ancaman nyata seperti penipuan daring, hoaks, pencurian data pribadi, hingga kejahatan siber lainnya.

“Ketika saya kuliah pada tahun 1981, persoalan seperti ini belum menjadi isu yang kita hadapi. Namun, sekarang kita berada pada tahun 2026, ketika perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat… Karena itu, seminar seperti ini sangat penting agar kita semakin memahami bagaimana memanfaatkan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab,” ujar Koster.

Ia juga memaparkan bahwa sektor pariwisata Bali menunjukkan tren pemulihan yang sangat positif. Sepanjang tahun 2025, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali telah menembus angka 7,05 juta kunjungan, melampaui capaian sebelum pandemi COVID-19 pada 2019. Oleh karena itu, keamanan, baik di dunia nyata maupun di ruang digital, mutlak dijaga bersama agar tidak merusak persepsi wisatawan internasional terhadap Pulau Dewata.

Paparan Kapolda Bali: Catatan 1.583 Kasus Kejahatan Siber

Sementara itu, Kapolda Bali, Irjen Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H., yang hadir sebagai pembicara utama, memaparkan bahwa ekosistem pariwisata modern sangat bergantung pada teknologi digital, mulai dari pemesanan hotel, transportasi daring, hingga transaksi pembayaran elektronik.

Kendati demikian, Kapolda Bali mengingatkan potensi kejahatan siber yang mengintai, seperti penipuan tautan palsu, pembajakan akun, pemalsuan reservasi vila, hingga penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan (AI). Berdasarkan data Direktorat Reserse Siber Polda Bali, tercatat sebanyak 1.583 pengaduan masyarakat terkait dugaan kejahatan siber sepanjang tahun 2026, dengan kasus penipuan daring mendominasi laporan.

Direktur Reserse Siber Polda Bali, Kombes Pol. Aszhari Kurniawan, selaku pelaksana kegiatan, menambahkan bahwa webinar ini bertujuan meningkatkan kesadaran literasi digital, memperkuat koordinasi lintas instansi (pemerintah, TNI, dan Polri), serta mendorong partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.

Acara yang dipandu oleh moderator Dr. Agus Made Yoga Iswara ini turut menghadirkan sejumlah narasumber kompeten lainnya, yakni Rektor Universitas Primakara Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M.; Chairman CISSReC Dr. Pratama Dahlian Persadha; serta Kepala Bidang Persandian Diskominfos Provinsi Bali, I Putu Sundika, S.T., M.T. (Rls-Kab).

kabar Lainnya