Puncak Karya Atma Wedana Tuban, Bupati Adi Arnawa Beberkan Rencana Penataan Kawasan Bandara

Bupati Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti saat menghadiri Puncak Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Tuban di Lapangan Basket Desa Adat Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Rabu (5/8).

BADUNG,KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya di tengah pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata.

Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri (Nodja) Puncak Karya Atma Wedana/Nyekah Massal Desa Adat Tuban di Lapangan Basket Desa Adat Tuban, Kelurahan Tuban, Kecamatan Kuta, Rabu (5/8/2026).

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Camat Kuta I Made Agus Suantara, Camat Kuta Selatan I Kadek Laksana, Lurah Tuban I Dewa Gede Saka Putra, serta Bendesa Adat Tuban I Wayan Mendra.

Bupati Adi Arnawa menilai kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Bali bukan sekadar identitas adat, melainkan fondasi utama yang menopang keberlanjutan industri pariwisata serta Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Daerah kita ini hidup dari pariwisata, PAD Kabupaten Badung pun bersumber dari pariwisata. Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan menjaga nilai-nilai warisan leluhur agar pembangunan berjalan selaras,” ujar Adi Arnawa, Rabu (5/8/2026).

Pihaknya menambahkan, Pemkab Badung saat ini tengah mengebut perbaikan dan penataan akses di kawasan strategis, khususnya koridor luar Bandara I Gusti Ngurah Rai agar rapi, tidak kumuh, dan memberikan kesan positif bagi wisatawan mancanegara.

Di sisi lain, Bupati memerintahkan camat, lurah, hingga kepala lingkungan (kaling) untuk memastikan seluruh jaminan sosial serta program penguatan SDM tersampaikan secara presisi kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Saya minta kepada Camat, Lurah, dan para Kaling untuk memastikan program sosial tersampaikan kepada masyarakat, jangan sampai ada warga yang memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar,” tegasnya.

Adapun Puncak Karya Atma Wedana dan Nyekah Massal di Desa Adat Tuban ini bertepatan dengan upacara ngekeb dan metatah (potong gigi) yang diikuti oleh 44 peserta sawa nyekah serta 84 peserta metatah. (Gus-Kab)

kabar Lainnya