Ala-Ayuning Dewasa Jumat 18 September 2026 : Hindari Memulai Upacara Besar dan Penting

KABARBALI.ID – Berdasarkan penanggalan kalender tradisional Bali (Wariga), Jumat (18/9/2026) dipengaruhi oleh beberapa perhitungan ala-ayuning dewasa (hari baik dan hari buruk) yang patut dicermati krama Bali sebelum melaksanakan berbagai aktivitas formal maupun ritual adat.

Pada hari ini, umat Hindu diimbau untuk menunda pelaksanaan upacara Manusa Yadnya (seperti pawiwahan/pernikahan, mapandes, pemotongan rambut) serta Pitra Yadnya (atiwa-tiwa, ngaben, nyekah, atau penguburan jenazah).

Perhitungan Salah Wadi, Carik Walangati, Rangda Tiga, dan Dina Carik secara bersamaan mengindikasikan bahwa hari ini tidak cocok (alahing dewasa) untuk melangsungkan rangkaian upacara besar (yadnya) maupun memulai pembangunan rumah.

Dewasa Ayu: Gotong Royong lan Usaha Berbasis Api

Meski tidak disarankan untuk upacara yadnya dan pembangunan fisik hunian, hari ini memiliki hari baik (dewasa ayu) untuk jenis kegiatan tertentu.

Kehadiran Semut Sedulur menjadikannya hari yang sangat baik untuk menggelar kegiatan gotong royong, kerja bakti, membentuk perkumpulan, hingga memulai kegiatan kemasyarakatan.

Selain itu, keberadaan Geni Murub dan Gni Rawana Jejepan memberikan energi positif bagi pekerjaan yang memanfaatkan unsur api atau pembakaran, seperti membakar bata mentah, genteng, keramik, gerabah, hingga pembuatan senjata tajam atau alat pande besi.

Begitu pula dengan Macekan Lanang dan Macekan Agung yang sangat mendukung proses pembuatan benda-benda runcing ritual (seperti pengawin, tombak, senjata pengider-ider) maupun peralatan penangkap ikan (taji dan keris).

Bagi krama yang ingin membuka lahan pertanian baru atau mengolah sawah/tegalan, perhitungan Pepedan dan Pamacekan juga memberikan lampu hijau untuk memulai aktivitas tersebut.

Rincian Perhitungan Wariga 18 September 2026

kabar Lainnya