

BADUNG, KABARBALI.ID – Suasana haru dan penuh rasa syukur menyelimuti pesisir timur Tanjung Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (18/9/2026) sore.
Tokoh masyarakat Tanjung Benoa yang juga Wakil Ketua DPRD Badung, I Made Wijaya, bersama krama setempat menggelar upacara Ngaturan Pekeleb lan Suksmaning Manah ring Ida Betara Segara.
Ritual sakral ini digelar usai tiga warga (salah satunya warga Tanjung Benoa) yang sempat hilang di laut saat mengantar wisatawan snorkeling berhasil ditemukan selamat di perairan Puger, Jember, Jawa Timur.
Sebelumnya, pencarian intensif dilakukan terhadap speed boat BALIMAN yang mengalami mati mesin akibat kehabisan bahan bakar di perairan Manta Point, Nusa Penida, sejak Sabtu (12/9/2026).
Setelah tiga hari terombang-ambing di tengah hempasan gelombang laut setinggi 2 hingga 4 meter, sang Kapten, I Nyoman Budiana, bersama dua Anak ABK (Keristino Sahreza dan Niko Demios) berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat oleh nelayan lokal di Pantai Puger, Jember, pada Rabu (16/9/2026).
Upacara Suksmaning Manah lan Wujud Subakti krama Tanjung Benoa
Mewakili keluarga dan krama Tanjung Benoa, I Made Wijaya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas mukjizat keselamatan warga mereka.
Selama masa pencarian, doa dan permohonan matur pejati terus dipanjatkan krama di Pura Desa demi keselamatan para korban.
“Hari ini kita melaksanakan upacara ngaturan pekeleb lan suksmaning manah ring Ida Betara Segara. Ini sebagai wujud bhakti dan terima kasih kami karena doa serta permohonan di Pura Desa dikabulkan, sehingga saudara kita bisa ditemukan selamat dan berkumpul kembali bersama keluarga,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi tinggi solidaritas para nelayan di Puger, Jember, yang telah menolong dan mengevakuasi warga Tanjung Benoa dari musibah di tengah laut. Dan tentunya Tim SAR Gabungan yang sudah bekerja keras selama proses pencarian.
Evakuasi Selamat dan Penjemputan Korban ke Bali
Berdasarkan pemeriksaan medis oleh Tim Rescue Basarnas Banyuwangi di Puger, ketiga korban dinyatakan dalam kondisi sehat dan selamat. Sementara itu, unit speed boat BALIMAN untuk sementara diikat aman di Rumpon Bleduk (sekitar 42 mil laut dari pesisir).
Pihak keluarga bersama tokoh masyarakat telah melakukan penjemputan langsung ke Jember pada Kamis (17/9/2026) untuk memboyong korban kembali ke kampung halaman di Tanjung Benoa.
Kembalinya para ABK dengan selamat disambut hangat oleh seluruh krama desa sebagai peristiwa penuh keajaiban yang menegaskan pentingnya nilai spiritualitas dan soliditas antarnelayan. (Kri/Kab).