Rangkaian Pitra dan Manusia Yadnya Massal di Mengwitani, Digelar 5 Tahun Sekali

Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Karya Yadnya Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Selasa (1/9).

BADUNG, KABARBALI.ID – Krama Desa Adat Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, menggelar rangkaian upacara keagamaan berskala besar Karya Yadnya Massal di Jaba Sisi Pura Dalem Brerong, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan secara berkala setiap 5 tahun sekali ini mencakup prosesi Pitra Yadnya dan Manusia Yadnya, mulai dari Karya Sawa, Atma Wedana, Mapetik, Menek Kelih, Metatah (Mesangih), hingga prosesi adat Sanan Empeg.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa hadir secara langsung sebagai upasaksi sekaligus mendoakan kelancaran prosesi ngias sangga sebagai bentuk komitmen Pemkab Badung dalam mendukung kelestarian adat dan budaya Bali.

Menjaga Tradisi Leluhur dan Mempererat Gotong Royong

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas kekompakan krama Desa Adat Mengwitani. Pelaksanaan karya ini dinilai sebagai bukti nyata bakti krama kepada para leluhur sekaligus sarana memperkuat tali silaturahmi antarwarga.

“Semoga dengan pelaksanaan karya ini, leluhur kita yang sudah meninggal mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa/Ida Hyang Widhi Wasa,” ujar Adi Arnawa, Selasa (1/9/2026).

Ia menambahkan, kehadiran pemerintah di tengah-tengah upacara adat merupakan upaya untuk membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam menjalankan kewajiban yadnya.

“Astungkara dengan karya ini juga meningkatkan semangat persatuan dan gotong royong antar-krama serta memberikan keselamatan dan kerahayuan untuk Desa Adat Mengwitani,” lanjutnya.

Siklus Suci Lima Tahunan dan Makna Sanan Empeg

Bendesa Adat Mengwitani I Putu Wendra menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai sejak 21 Agustus 2026 dan puncaknya berlangsung pada 3 September 2026. Sesuai awig-awig desa, tradisi ini dilaksanakan rutin setiap 5 tahun atau dalam siklus besar 30 tahun sekali.

Putu Wendra merinci, pelaksanaan Pitra Yadnya kali ini meliputi Pengabenan sebanyak 2 sawa, Penglungahan 59 sawa, dan Penyekahan (Atma Wedana) sebanyak 102 sawa.

Sementara untuk Manusia Yadnya diikuti 57 peserta Mesangih/Metatah, 15 peserta Menek Kelih, 76 peserta Mepetik, serta 2 peserta untuk prosesi khusus Sanan Empeg.

“Perlu saya jelaskan, prosesi Sanan Empeg itu diperuntukkan kepada seseorang yang ditinggal meninggal oleh kakak dan adik,” jelas Putu Wendra.

Prosesi upacara suci ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Badung, anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, Bendesa Madya MDA Badung, Perbekel Mengwitani I Nyoman Suardana, serta tokoh masyarakat setempat. (Gus-Kab).

kabar Lainnya