Solusi Krisis Air Nusa Penida : Proyek SPAM Desa Pejukutan Tinggal Tunggu Pemasangan Sambungan Rumah

Pekerja saat menyelesaikan pemasangan Jaringan Distribusi Utama (JDU) proyek SPAM di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Kamis (27/8/2026). (Foto: Dok. Dinas PUPRPKP Klungkung / kabarbali.id)

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pengerjaan proyek Pengelolaan dan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Desa Pejukutan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, telah mencapai progres 65 persen. Ratusan warga yang bertahun-tahun mengeluhkan keterbatasan akses air bersih kini tinggal menunggu tahap pemasangan sambungan rumah (SR).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, Made Jati Laksana, menyampaikan bahwa pengerjaan fisik di lapangan terus menunjukkan tren positif. Sejumlah tahapan Krusial, seperti pembangunan Jaringan Distribusi Utama (JDU), telah rampung dikerjakan.

Proyek strategis daerah yang ditujukan untuk menjawab krisis air di kepulauan tersebut menelan anggaran dengan nilai kontrak lebih dari Rp 9,8 miliar lebih.

“Progres pekerjaan saat ini sudah mencapai 65 persen. Tinggal menunggu pemasangan sambungan rumah,” tegas Made Jati Laksana saat dikonfirmasi, Kamis (27/8/2026).

Jati Laksana merincikan, tercatat sebanyak 732 calon sambungan rumah telah terdata sebagai penerima manfaat langsung dari program ini. Bagi masyarakat Desa Pejukutan, hadirnya proyek SPAM ini merupakan solusi atas persoalan klasik kelangkaan air bersih yang telah membelenggu mereka selama bertahun-tahun.

Pejabat asal Desa Kamasan, Kecamatan Klungkung ini menegaskan bahwa pembangunan jaringan distribusi air bersih di Pejukutan merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Pemkab Klungkung dalam menuntaskan persoalan krisis air di kawasan Nusa Penida.

Selama ini, sebagian besar warga Desa Pejukutan terpaksa bergantung pada distribusi air tangki dengan biaya operasional yang cukup tinggi. Tak jarang warga hanya mengandalkan air penampungan hujan, bahkan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli air bersih saat musim kemarau panjang tiba.

Ia menambahkan, seluruh warga penerima manfaat tidak dibebani biaya untuk proses pemasangan pipa sambungan rumah (gratis). Namun, setelah air dapat mengalir secara normal ke rumah-rumah, warga akan dikenakan tarif pemakaian sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Sta-Kab).

kabar Lainnya