KLUNGKUNG, KABARBALI.ID -Gagasan mengenai pembuatan Paket Wisata Terpadu Klungkung Daratan–Nusa Penida yang disuarakan oleh Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Klungkung, I Wayan Widiana, dinilai sangat sinkron untuk mematangkan rekomendasi fraksi-fraksi dewan dalam sidang pleno APBD baru-baru ini. Inovasi integrasi rute ini disebut menjadi kunci penting untuk menghidupkan sektor ekonomi kreatif di kedua wilayah.
Menanggapi pelantikan I Gusti Agung Gde Putra Mahajaya sebagai Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung yang baru, Wayan Widiana menekankan pentingnya mengemas daya tarik pariwisata secara menyeluruh agar wisatawan memiliki alasan kuat untuk tinggal lebih lama (length of stay) di Klungkung.
Secara khusus, usulan paket wisata terpadu ini dapat langsung dikombinasikan dengan usulan strategis dari sidang Pendapat Akhir Fraksi Partai Golkar sebelumnya. Dalam sidang tersebut, parlemen mendesak agar kawasan kepulauan dikemas dengan pertunjukan seni budaya berkala, yakni pementasan tari kolosal khas Nusa Penida pada petang atau malam hari—seperti Tari Jangkang di Desa Pelilit, Tari Sanghyang Jaran di Desa Jungutbatu, dan Fragmen Tari Kejayan Dalem Dukut.
“Klungkung memiliki kekayaan wisata yang lengkap, baik di daratan maupun kepulauan. Tinggal bagaimana dikemas menjadi satu paket perjalanan yang menarik,” ujar Wayan Widiana, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Widiana, konsep integrasi rute ini sangat rasional. Wisatawan bisa diarahkan untuk menikmati atmosfer pedesaan dan menginap terlebih dahulu di Klungkung daratan—salah satunya di Desa Wisata Bakas, Banjarangkan yang memiliki hamparan persawahan asri. Keesokan harinya, wisatawan menyeberang ke Nusa Penida untuk mengeksplorasi keindahan alam pantai, dan pada malam harinya disuguhkan pementasan tari kolosal di panggung-panggung desa wisata kepulauan.
Pola pergerakan pelancong ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua Pokdarwis Desa Wisata Bakas, I Kadek Widiasa. Ia membenarkan bahwa sebagian besar tamu yang memilih menginap di akomodasi Desa Wisata Bakas memang merupakan wisatawan yang menjadwalkan perjalanan lanjutan ke Nusa Penida.
Dengan adanya dorongan kuat dari Komisi III serta catatan rekomendasi dari Fraksi Golkar terkait infrastruktur panggung seni, Dinas Pariwisata Klungkung di bawah nakhoda baru ditantang bergerak cepat. Kadispar diminta segera merangkul desa wisata, pelaku usaha perhotelan, penginapan, kelompok sadar wisata, hingga biro perjalanan untuk menyusun skema regulasi dan promosi bersama.
Langkah taktis ini diyakini tidak hanya akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata dan retribusi, melainkan juga memicu pemerataan manfaat ekonomi yang riil bagi masyarakat, baik yang berada di wilayah daratan Klungkung maupun di wilayah kepulauan Nusa Penida. (Sta-Kab)