Tiga Dekade Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem: Perkuat Pasemetonan Lewat Nyapuleger Massal

Merayakan HUT ke-30, pasemetonan Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem siapkan program Nyapuleger Massal hingga bentuk Pecalang Pasemetonan.

AMLAPURA, KABARBALI.ID – Memasuki usia ke-30 tahun, Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Kabupaten Karangasem menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar merayakan hari jadi organisasi. Momentum tiga dekade ini dijadikan pijakan besar untuk meluncurkan sejumlah program strategis yang berfokus pada pelestarian adat, budaya, serta penguatan tali persaudaraan pasemetonan.

Ketua Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, Ketut Udiana, mengungkapkan bahwa organisasi yang resmi berdiri sejak tahun 1996 ini terus mengalami perkembangan pesat. Hingga saat ini, pasemetonan telah berhasil menghimpun sekitar 6.000 kepala keluarga (KK) yang bernaung di dalam 55 dadia di seluruh pelosok Kabupaten Karangasem.

Perkembangan signifikan ini diakui sebagai buah dari dedikasi dan perjuangan panjang para panglingsir serta tokoh pendahulu, sejak organisasi ini pertama kali dirintis di Banjar Kebon, Kecamatan Abang.

Dalam perayaan HUT ke-30 yang mengusung tema mendalam “Bhakti Satya Wirang untuk Karangasem Agung” pada Kamis (2/7/2026), Udiana merinci beberapa agenda besar yang siap dilaksanakan.

“Kami akan menggelar pelaksanaan Nyapuleger Massal yang dipusatkan di Kecamatan Abang,” kata Udiana. Selain itu, organisasi juga menginisiasi pembentukan Pecalang Pasemetonan yang akan diawali di wilayah Kecamatan Manggis dan Bebandem, serta merampungkan pembentukan kepengurusan baru di Kecamatan Kubu. Pihaknya juga berkomitmen mengaktifkan kepengurusan di wilayah Sidemen, Selat, dan Rendang untuk memperkuat kegiatan ngayah di pura-pura pedharman.

Ketua Umum Pusat Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, menambahkan bahwa embrio pergerakan organisasi ini sejatinya telah dimulai dari pertemuan para tokoh di Kecamatan Manggis pada tahun 1995 silam, sebelum akhirnya sah berdiri setahun kemudian.

“Kalau dibandingkan dengan sejarah Ida Bhatara Kawitan yang sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1300-an, usia organisasi ini memang masih muda. Namun, 30 tahun menjadi pijakan penting untuk memperkuat persatuan pasemetonan ke depan,” jelas Suadnyana.

Apresiasi tinggi turut datang dari Pemerintah Kabupaten Karangasem. Mewakili Bupati Karangasem, Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Made Sugiarta menyampaikan bahwa eksistensi organisasi yang mampu bertahan selama satu generasi ini membuktikan kuatnya komitmen pengurus dalam menjaga adat, budaya, dan nilai persaudaraan.

Pemkab berharap pasemetonan ini terus bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah untuk menjaga keharmonisan masyarakat serta mendukung visi besar Karangasem Agung. (Kri-Kab).

kabar Lainnya