BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar upacara pecaruan dan melaspas di areal pedestrian Pantai Lovina, Rabu (23/7/2026). Prosesi penyucian secara niskala ini dilaksanakan menyusul tuntasnya pengerjaan penataan pedestrian, sekaligus menjadi persiapan jelang pembukaan gelaran Lovina Festival 2026 pada Kamis (24/7/2026).
Upacara persembahyangan bersama dipimpin langsung oleh Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra didampingi Ny. Wardhany Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna bersama Ny. Hermawati Supriatna, jajaran pimpinan Forkopimda, serta pimpinan Perangkat Daerah Buleleng.
Bupati Sutjidra menjelaskan bahwa prosesi keagamaan ini penting dilakukan agar infrastruktur publik yang baru dibangun memiliki taksu (metaksu), memberikan rasa aman, serta menghadirkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat luas.
“Kita melaksanakan kegiatan upacara secara niskalanya supaya apa yang kita sudah bangun, sudah kita lakukan di sini bisa metaksu dan berkelanjutan,” ujar Bupati Sutjidra di sela-sela kegiatan.
Upacara ini sekaligus menjadi gong pembuka rangkaian Lovina Festival 2026. Pemkab Buleleng berharap ajang pariwisata tahunan tersebut dapat menggaet ribuan wisatawan dalam dan luar negeri secara tertib, lancar, dan aman.
Sutjidra menuturkan, penataan pedestrian Pantai Lovina yang kini tampil estetik dan rapi telah membuahkan respons positif dari para pelancong. Bahkan, dampak instan dari penataan kawasan ini langsung dirasakan oleh pengelola akomodasi wisata setempat.
“Tadi malam saya sempat ke sini dan bertemu beberapa wisatawan asing. Mereka memberikan apresiasi terhadap penataan Pantai Lovina. Bahkan ada yang memutuskan extend menginap sampai 5 hingga 7 hari di sini dan membatalkan kunjungan ke daerah lain,” ungkap Sutjidra.
Melihat tingginya potensi kunjungan pascapenataan, Bupati Sutjidra berpesan kepada jajaran Perbekel, Kelian Desa Adat, serta warga sekitar untuk bersama-sama menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan ikon pariwisata Buleleng Barat tersebut.
Lebih dari itu, para pelaku usaha mikro dan sektor jasa pariwisata diimbau untuk jeli memanfaatkan momen keramaian ini guna memulihkan serta meningkatkan perekonomian keluarga.
“Masyarakat dan pelaku-pelaku pariwisata yang ada di Lovina ini harus mulai menangkap peluang-peluang untuk meningkatkan perekonomian. Banyak pengunjung ini berarti ada peluang,” tegasnya. (Kar-Kab).