BADUNG, KABARBALI.ID – Sinergi antara pemerintah daerah dengan generasi muda dalam merawat kelestarian adat dan budaya lokal terus diperkuat di Kabupaten Badung. Hal tersebut tercermin saat Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, menghadiri langsung perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 Sekaa Teruna (ST) Kusuma Mekar di Banjar Gulingan, Desa Adat Tegal, Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Rabu (20/5/2026).
Acara puncak pemuda ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat lintas legislatif, di antaranya anggota DPD RI Komang Mertajiwa, anggota DPR RI I Wayan Sudirta, serta srikandi anggota DPRD Badung Putu Yunita Oktarini dan Ni Luh Putu Sekarini. Hadir pula Plt. Camat Abiansemal I Wayan Bagiarta Gunawan, Perbekel Desa Darmasaba IB. Surya Prabhawa, serta Ketua Pasikian Yowana Bali, Diana Putri.
Dalam orasi kebudayaannya, Wabup Bagus Alit Sucipta melayangkan apresiasi tinggi atas konsistensi krama muda ST Kusuma Mekar yang mampu mengemas perayaan hari jadi dengan menyuguhkan mahakarya penuh kreativitas dan seni pertunjukan khas Bali.
Ia menegaskan, eksekutif di bawah bendera Pemkab Badung memegang komitmen absolut untuk selalu menstimulasi yowana (pemuda) melalui bimbingan regulasi kebijakan hingga kucuran dana motivasi di setiap banjar.
“Pemberian bantuan dana motivasi ini sejatinya bukan bermaksud untuk memanjakan masyarakat, melainkan instrumen stimulus untuk merangsang kreativitas pemuda menampilkan identitas budaya di banjar masing-masing,” urai Gus Adi—sapaan akrab Wabup Badung.
Lebih lanjut, ia memaparkan bukti konkret keberhasilan dari strategi fiskal kebudayaan ini pada festival ogoh-ogoh tingkat kabupaten yang lalu. Berkat suntikan dana segar dari pemerintah, kualitas visual dan filosofis ogoh-ogoh karya sekaa teruna melonjak drastis.
Imbas positifnya menjalar ke sektor pariwisata mikro saat perayaan Hari Suci Nyepi. Berdasarkan data laporan dari para pelaku dan insan pariwisata nasional, para wisatawan mancanegara yang biasanya memilih angkat kaki keluar Bali menjelang Nyepi, kini justru berbalik arus. Mereka berbondong-bondong memilih stay di akomodasi wisata wilayah Badung demi menyaksikan geliat parade budaya ogoh-ogoh di tingkat kecamatan.
“Tentu fenomena bertahannya para turis ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Badung,” imbuhnya.
Selain membedah aspek ekonomi-kultural, Wabup Bagus Alit Sucipta turut menitipkan pesan moral agar ST Kusuma Mekar terus memelihara semangat soliditas, asas kebersamaan, dan ikatan kekeluargaan yang telah terjaga selama hampir setengah abad.
Menurutnya, institusi sekaa teruna harus dipandang sebagai kawah candradimuka bagi generasi z dan milenial untuk belajar bersosialisasi, mempertajam sensitivitas sosial, sekaligus melatih diri menjadi pemimpin masa depan (pioneer) di banjar asal.
Di sisi lain, Ketua ST. Kusuma Mekar, I Nyoman Esna Parhita Putra, melaporkan bahwa perayaan HUT ke-48 kali ini mengusung tajuk utama “Vikasita Virya Vardhana Kusuma Mekar”. Tema tersebut menyiratkan asa mendalam agar sekaa teruna setempat tumbuh menjadi organisasi yang semakin jaya, solid, serta mampu mendedikasikan kontribusi positif yang lebih masif bagi kemajuan Desa Darmasaba.
Sebagai wujud nyata dari komitmen penguatan pemuda, pada momentum malam kebersamaan tersebut dilakukan penyerahan dana motivasi yang bersumber dari kantong kebijakan pemerintah dan kocek pribadi para pejabat yang hadir, dengan rincian:
• Wabup Badung (Pemkab Badung): Rp20.000.000
• DPRD Badung (Putu Yunita Oktarini): Rp15.000.000
• DPD RI (Komang Mertajiwa): Rp5.000.000
• DPR RI (I Wayan Sudirta): Rp5.000.000
• DPRD Badung (Ni Luh Putu Sekarini): Rp5.000.000
Total stimulus dana puluhan juta rupiah tersebut diserahkan langsung secara simbolis kepada jajaran pengurus ST Kusuma Mekar untuk menyokong program kerja kepemudaan setahun ke depan. (Gus-Kab)