Rahina Purnama Kasa, Bupati Klungkung Hadiri Pujawali dan Karya di Sejumlah Pura

Bupati Klungkung I Made Satria didampingi Ny. Eva Satria melaksanakan persembahyangan maraton di sejumlah pura se-Klungkung pada rahina Purnama Kasa.

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bertepatan dengan datangnya rahina suci Purnama Kasa, Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, melaksanakan rangkaian persembahyangan (muspayang sembah bhakti) secara maraton di sejumlah pura yang tersebar di wilayah Kabupaten Klungkung, Bali, Senin (29/6/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Bumi Serombotan ini dilakukan untuk menghadiri undangan upacara keagamaan, mulai dari tingkatan pujawali, mlaspas, hingga karya pemugeran yang sedang digelar oleh krama pengempon pura setempat.

Rangkaian pemijatan spiritual tersebut diawali dengan menghadiri Pujawali di Pura Usadha Sidhi yang berada di lingkungan RSUD Kabupaten Klungkung. Usai dari rumah sakit daerah, Bupati Satria beserta rombongan bergerak menuju ke beberapa titik pura lainnya.

Keliling Tiga Kecamatan Hadiri Karya dan Pujawali

Lokasi kedua yang dikunjungi adalah Griya Agung Pasek Gelgel di Desa Aan, Kecamatan Banjarangkan, untuk mengikuti prosesi upacara Karya Pamugeran Gedong Kawitan.

Masih di wilayah Kecamatan Banjarangkan, Bupati Satria kemudian melanjutkan peninjauan sekaligus persembahyangan pada Upacara Mlaspas lan Mendem Pedagingan di Pura Penataran Pande Tusan Meranggi, Banjar Beneng, Desa Getakan.

Rangkaian persembahyangan maraton ini akhirnya dipungkasi di wilayah timur Klungkung, tepatnya menghadiri Pujawali di Pura Mantri Tianyar Pangi, Desa Pikat, Kecamatan Dawan.

Wujud Dukungan Pemerintah Terhadap Sektor Adat

Dalam setiap pura yang dikunjungi, Bupati Satria tidak hanya melaksanakan persembahyangan demi keselamatan daerah, tetapi juga turut menghaturkan dana punia. Bantuan dana tersebut diserahkan secara langsung kepada para perwakilan panitia upacara atau pengempon pura setempat sebagai stimulan pembangunan.

Bupati I Made Satria menegaskan, kehadiran jajaran pemerintah daerah di tengah-tengah upacara kedewaan ini merupakan komitmen nyata untuk mengawal kelestarian adat, tradisi, dan budaya Hindu di Bali. Selain itu, momentum ini dinilai efektif untuk mempererat tali silaturahmi serta mendengar langsung aspirasi masyarakat di tingkat banjar adat.

“Dumogi labda karya lan sareng sami ngemolihang kerahayuan (Semoga upacara berjalan lancar dan kita semua mendapatkan kerahayan/keselamatan),” harapan yang mengemuka dalam setiap rangkaian pujawali tersebut. (Sta/Kab).

kabar Lainnya