7 Hari Terseret Arus Pantai Yeh Gangga, Pencarian I Komang Sastra Resmi Dihentikan

Memasuki hari ke-7 tanpa hasil, tim SAR gabungan resmi menghentikan pencarian Komang Sastra (12) yang terseret ombak di Pantai Yeh Gangga Tabanan

TABANAN, KABARBALI.ID – Operasi pencarian terhadap I Komang Sastra (12), bocah asal Banjar Jambe Baleran yang hilang terseret arus di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Tabanan, resmi dihentikan pada Rabu (3/6/2026).

Keputusan pahit ini diambil setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran masif hingga memasuki hari ketujuh tanpa hasil.

Sesuai dengan regulasi dan hasil kesepakatan bersama antara tim SAR gabungan, aparat desa setempat, serta pihak keluarga korban, operasi penyelamatan ini dinyatakan ditutup pada pukul 13.00 WITA.

Kasi Operasi dan Siaga SAR Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Wayan Juni Antara, membenarkan penghentian operasi tersebut mengingat tidak adanya tanda-tanda atau titik terang keberadaan korban di lokasi.

“Perkembangan operasi SAR hingga sampai hari ke tujuh, sampai hari ini operasi SAR kami hentikan karena belum ada tanda-tandanya penemuan korban,” ujar I Wayan Juni Antara secara resmi, Rabu (3/6/2026) siang.

Meski begitu, Juni Antara menegaskan bahwa penutupan operasi ini bukan berarti pembiaran total. Jika ke depan ada laporan atau informasi terbaru dari nelayan maupun warga mengenai penemuan korban, tim SAR dipastikan akan langsung bergerak memberikan atensi dan evakuasi.

Sebelumnya, Komang Sastra dilaporkan hilang sejak Kamis (28/5/2026) lalu saat berenang bersama seorang rekannya. Korban mendadak dihantam ombak besar dari arah laut dan langsung terseret arus ke tengah hingga hilang dari pandangan.

Upaya pencarian selama seminggu penuh ini sejatinya telah mengerahkan segala lini (SRU darat, laut, hingga udara). Bahkan pada hari kelima, Senin (1/6/2026), tim sempat menerbangkan helikopter SGi Air Bali untuk menyisir area yang luas.

Pada pencarian hari terakhir ini, tim SAR sempat dikagetkan oleh laporan pihak keluarga yang melihat ada benda mencurigakan terapung sekitar 200 meter dari bibir pantai.

“Kecurigaan tersebut ditelusuri dengan menerbangkan drone thermal kembali, namun hasilnya nihil. Hanya terlihat batang kayu yang terapung-apung terbawa gelombang laut,” tambah Juni Antara.

Medan Pantai Yeh Gangga yang terkenal ekstrem juga sempat menyulitkan petugas. Tim SRU laut yang mengendarai rubber boat harus bertaruh nyawa menembus beberapa lapis ombak besar bergelombang tinggi selama hampir dua menit sebelum bisa menembus ke area pencarian utama.

Operasi berskala besar ini total melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polairud Polres Tabanan, Satbrimob Polda Bali, BPBD Tabanan, relawan, hingga pihak instansi pendidikan setempat. (Kri/Kab).

kabar Lainnya