DENPASAR, KABARBALI.ID – Menata sebuah kawasan pedestrian (pejalan kaki) di zona padat niaga selalu berbenturan dengan masalah klasik keterbatasan lahan parkir. Guna menyiasati stagnansi arus kendaraan di sepanjang Jalan Gajah Mada, DPRD Kota Denpasar mendorong langkah berani untuk membersihkan jalan dari parkir tepi jalan (on-street parking) jangka panjang dan mengalihkannya secara terpusat.
Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengusulkan optimalisasi penuh terhadap fasilitas publik yang saat ini masih kurang termanfaatkan secara maksimal, yakni lantai bawah tanah (basement) Pasar Badung. Langkah ini dinilai menjadi solusi instan penataan parkir tanpa harus menggusur atau membebaskan lahan baru.
“Kita memiliki kendala krusial di kantong parkir. Namun, sebenarnya ada potensi besar di basement Pasar Badung. Menurut laporan, area basement 2 itu jarang terpakai. Kita dorong agar kapasitas kosong itu dimanfaatkan optimal sebagai sentral parkir malam dan harian,” ungkap Suadi Putra, Sabtu (18/7/2026).
Strategi penataan ini dinilai mengadopsi pola sukses penataan kawasan semi-pedestrian Malioboro di Yogyakarta yang memisahkan area jalan utama dari beban parkir logistik harian. Melalui konsep baru ini, fasilitas on-street parking di sepanjang koridor Jalan Gajah Mada nantinya akan dibatasi secara ketat dan hanya diperuntukkan bagi aktivitas yang sifatnya insidental serta berdurasi pendek.
Lebih lanjut, legislator asal Denpasar ini berharap konsep jangka panjang tata ruang transportasi di pusat kota ini bisa bertransformasi menuju Transit Oriented Development (TOD). Pola integrasi moda transportasi ini merujuk pada kesuksesan penataan kawasan wisata Sanur yang dinilai sangat bersih, tertib, dan berhasil memisahkan zona kendaraan dengan area pejalan kaki.
Rencana pengalihan parkir ke basement Pasar Badung ini menjadi bagian tak terpisahkan dari mega proyek revitalisasi koridor heritage sepanjang 2,3 kilometer yang dijadwalkan mulai pengerjaan fisiknya pada akhir Juli 2026 ini. Pihak Dewan berharap perubahan manajemen lalu lintas ini mampu menghidupkan kembali marwah kawasan bersejarah Gajah Mada menjadi lebih ramah bagi pejalan kaki dan bebas dari kekumuhan akibat kemacetan. (Irw-Kab).