KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali senantiasa memperhatikan perhitungan Ala-Ayuning Dewasa atau padewasan sebagai panduan penting sebelum melangsungkan berbagai aktivitas, mulai dari upacara keagamaan (yadnya), usaha, pertanian, hingga urusan rumah tangga.
Berdasarkan penanggalan Kalender Bali, hari Minggu, 2 Agustus 2026 bertepatan dengan Pararasan: Laku Pandita Sakti, Pancasuda: Sumur Sinaba, Ekajalaresi: Buat Suka, serta Pratiti: Separsa.
Pada hari Minggu ini, terdapat kombinasi dewasa ayu (hari baik) yang sangat mendukung sektor pertanian, pembuatan peraturan/perkumpulan, dan upacara yadnya tertentu. Namun, beberapa ala (pantangan) terkait urusan tempat tinggal dan pengeluaran keuangan tetap harus diperhatikan.
Berikut rincian lengkap Ala-Ayuning Dewasa untuk Minggu, 2 Agustus 2026:
Srigati & Srigati Turun (Alahing dewasa 4): Sangat baik untuk aktivitas pertanian dan pangan, seperti membibit/menanam padi, menyimpan atau menurunkan padi dari lumbung, menanam kelapa, mempersembahkan yadnya di lumbung, serta mulai membuat barang dagangan.
Catur Laba (Alahing dewasa 4): Hari yang baik untuk bepergian menuju arah utara serta melaksanakan upacara Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya.
Dauh Ayu (Alahing dewasa 2): Hari baik untuk menyusun atau merumuskan awig-awig (peraturan adat/organisasi), membuat undang-undang, serta memulai pembangunan.
Tunut Masih (Alahing dewasa 3): Sangat baik untuk melas rare (menyapih bayi), membentuk perkumpulan atau organisasi baru, membuka sekolah/perguruan, serta melatih hewan ternak.
Agni Agung Patra Limutan & Titibuwuk: Baik untuk meramu/membuat obat-obatan tradisional, menghilangkan tempat angker, serta menyembuhkan penyakit akibat guna-guna.
Geni Rawana & Kala Mretyu: Baik untuk pekerjaan yang melibatkan penggunaan api, membuat senjata, serta memberi nasihat kepada orang lain.
Kala Mangap (Alahing dewasa 4): Mengandung pengaruh boros, sehingga sangat tidak baik dipergunakan untuk berbelanja atau mengeluarkan uang secara impulsif.
Kala Rumpuh & Agni Agung Patra Limutan: Tidak baik untuk pindah rumah, mengatapi rumah, memasuki rumah baru, maupun mulai memelihara hewan ternak (ayam, sapi, babi, kambing).
Kajeng Uwudan & Geni Rawana: Tidak baik untuk menanam atau memetik tanaman tertentu, mengatapi rumah, serta melaspas.
Kala Mretyu & Panca Prawani: Tidak baik untuk melakukan hubungan bersenggama, pelaksanaan yadnya secara umum, maupun dipakai sebagai dewasa ayu utama.
Titibuwuk: Tidak baik untuk memulai pekerjaan penting, bepergian jauh, atau membuat tangga (banggul). (Kab).