

KABARBALI.ID- Berdasarkan penanggalan Kalender Tradisional Bali (Wariga), Kamis, 10 September 2026 memiliki rincian petungan ala-ayuning dewasa (hari baik dan hari yang perlu dihindari) untuk pelaksanaan berbagai kegiatan krama Bali, baik untuk upacara keagamaan, pertanian, maupun aktivitas harian.
Sesuai kearifan lokal Bali, memilih dewasa ayu (hari baik) dipercaya membawa keselamatan, kelancaran, dan keharmonisan bagi umat yang menjalankannya.
Berikut rincian lengkap ala-ayuning dewasa untuk Kamis, 10 September 2026:
Gagak Anungsang Pati: Tidak baik (pantang) untuk melaksanakan upacara pembakaran mayat / pengabenan (atiwa-tiwa). (Alahing dewasa 2)
Kala Kutila Manik: Sangat baik untuk membuat ranjau, pagar, rintangan, lubang penghalang, perangkap, maupun pelaksanaan upacara Bhuta Yadnya. (Alahing dewasa 4)
Kala Lutung Megandong & Lutung Megandong: Sangat baik untuk menanam pijer (bibit kelapa yang baru tumbuh), menanam pohon buah-buahan, serta tanaman umbi-umbian. (Alahing dewasa 3 & 4)
Kala Pati Jengkang: Hari baik untuk menyelenggarakan kegiatan sabungan (tajen). (Alahing dewasa 4)
Pepedan: Baik untuk membuka lahan pertanian baru. Namun, tidak baik untuk membuat peralatan atau perkakas yang terbuat dari besi. (Alahing dewasa 3)
Kala Sor: Tidak baik untuk pekerjaan yang berhubungan langsung dengan tanah, seperti membajak, bercocok tanam, atau membuat terowongan. (Alahing dewasa 3)
Rangda Tiga: Tidak baik (pantang) untuk melangsungkan upacara pernikahan / pawiwahan. (Alahing dewasa 3)
Panca Prawani & Purwani: Tidak baik dipakai sebagai dewasa ayu untuk melangsungkan karya atau kegiatan besar. (Alahing dewasa 2)
Pararasan: Laku Air (membawa ketenangan dan kedamaian)
Pancasuda: Bumi Kepetak (perlu kerja keras untuk hasil optimal)
Ekajalaresi: Tininggalin Suka (mendapatkan kebahagiaan/kesenangan)
Pratiti: Wedana
Hari Kamis, 10 September 2026 ini sangat direkomendasikan bagi masyarakat yang hendak berkebun, terutama menanam bibit kelapa, buah-buahan, umbi-umbian, serta membuka lahan pertanian baru atau melangsungkan upacara Bhuta Yadnya.
Namun, hari ini sangat tidak disarankan (pantang) untuk melangsungkan upacara pengabenan (atiwa-tiwa), upacara pernikahan (pawiwahan), pembuatan alat besi, maupun menggarap tanah (seperti membajak sawah). (Kab/Red).