KABARBALI.ID – Mengacu pada sistem penanggalan tradisional Bali (Wariga), penentuan hari baik atau ala-ayuning dewasa sangat krusial bagi krama Hindu sebelum melaksanakan aktivitas tertentu.
Pada hari Jumat, 26 Juni 2026 yang bertepatan dengan Sukra Wage Kuningan, alam semesta memancarkan energi Amerta yang sangat mendukung kegiatan sakral maupun ekonomi.
Berdasarkan perhitungan padewasan, hari ini memiliki predikat yang sangat baik untuk menyelenggarakan berbagai jenis upacara keagamaan serta merintis bidang usaha baru. Kendati demikian, terdapat beberapa indikator penting yang melarang keras pelaksanaan upacara pernikahan (wiwaha) maupun penguburan/kremasi (atiwa-tiwa/ngaben).
Agar tidak salah melangkah, berikut adalah panduan lengkap ala-ayuning dewasa untuk Jumat Wage Kuningan selengkapnya.
Bagi Semeton yang ingin mengawali usaha atau membuat sarana fisik, hari ini menyediakan banyak ruang baik karena didukung oleh beberapa unsur kedewasan:
Penyelenggaraan Yadnya & Usaha (Amerta Dewata & Amerta Gati): Hari yang luar biasa baik untuk menggelar semua jenis upacara keagamaan. Selain itu, hari ini sangat ideal untuk memulai sebuah usaha (bisnis) baru serta bercocok tanam.
Konstruksi Pekarangan (Kala Ngadeg & Lebur Awu): Waktu yang tepat untuk membangun infrastruktur pembatas seperti pintu gerbang (pamedal), tembok pekarangan, pagar, empangan/bendungan, serta saluran irigasi.
Peternakan & Pertanian Spesifik (Kala Ngadeg & Sri Tumpuk): Baik untuk mulai memelihara ayam kurungan, membuat sangkar ayam (guwungan), kisa pengaduan, hingga berburu burung (mepikat).
Pembuatan Alat Tangkap & Senjata (Kala Caplokan & Kala Bancaran): Hari yang bagus untuk memproduksi alat pancing, jala, jaring, bubu, senjata hias, taji, hingga pengiris nira.
Pengobatan Sekala Niskala (Titibuwuk): Sangat disarankan untuk melakukan pengobatan atau ritual guna menghilangkan penyakit akibat guna-guna dan energi negatif sejenisnya.
Pemujaan di Lumbung (Sri Murti): Hari yang suci untuk mempersembahkan yadnya khusus kehadapan Dewi Sri di lumbung padi.
Di sisi lain, Semeton wajib menunda beberapa agenda besar berikut karena pengaruh energi buruk (alahing dewasa) yang cukup kuat:
Pernikahan, Ngaben, & Rumah Baru (Carik Walangati, Lebur Awu, & Kala Tampak): Dilarang keras melakukan upacara pernikahan/wiwaha, ritual atiwa-tiwa/ngaben, pertemuan besar, serta memulai pembangunan atau mengatapi rumah baru.
Pindah Rumah & Memulai Ternak Besar (Kala Rumpuh): Tidak baik untuk pindah hunian (memasuki rumah baru) dan tidak cocok untuk mulai memelihara bibit ternak baru seperti ayam, itik, sapi, kerbau, kambing, maupun babi.
Bepergian Jauh & Pekerjaan Vital (Titibuwuk & Uncal Balung): Energi Uncal Balung dan Purwanin Dina menandakan hari ini kurang baik untuk memulai semua jenis pekerjaan yang dianggap sangat penting, bepergian jauh, serta membuat tangga/banggul.
Kombinasi spiritual hari ini dinaungi oleh Pararasan: Laku Pandita Sakti yang melambangkan kebijaksanaan tinggi dan kekuatan spiritual, serta Pancasuda: Sumur Sinaba yang berarti menjadi tempat orang mencari ilmu atau sumber penghidupan. Namun, Ekajalaresi: Buat Sebet mengingatkan agar tetap waspada terhadap potensi kesedihan kecil. (Kab).